Ibadah Haji 2026
Senyum Haru Marwati, Bisa Pulang Lebih Cepat ke Tanah Air Lewat Skema Tanazul
Sebanyak 145 jemaah haji Indonesia dipulangkan lebih awal melalui program tanazul karena alasan medis selama musim haji 2026.
Laporan wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Senyum perlahan mengembang dari wajah Marwati Maja ketika kursi roda yang dipakainya keluar dari pintu Hotel Al Hidayah tower 1, Aziziyah, Makkah, Senin (15/6/2026) pagi.
Setelah beberapa hari menjalani perawatan dan tak pernah merasakan langsung hangatnya sinar matahari, Marwati akhirnya bisa menghirup udara pagi di Kota Makkah.
Senyum itu tak lepas dari wajah jemaah asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan itu saat petugas memapahnya menuju ambulans yang akan membawanya ke Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz (KAIA), Jeddah.
Marwati paham, dalam hitungan jam, ia akan segera bertemu kembali dengan keluarga, kerabat, dan tetangganya di kampung halaman. Namun, kepulangannya kali ini berbeda dari jemaah lain.
Ia menjadi salah satu peserta program tanazul, yakni skema pemulangan lebih awal bagi jemaah yang memiliki indikasi medis dan telah dinyatakan aman untuk terbang setelah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan.
Baca juga: Detik-detik Kiswah, Kain Penutup Kabah Diganti pada Malam Tahun Baru Islam
Di ambulans yang sama, terdapat pasangan suami istri Munarto dan Saminah asal Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang tergabung dalam kloter SOC 75.
Keduanya juga masuk dalam program tanazul dan dijadwalkan pulang melalui Kloter SOC 41 pada Senin (15/6/2026) pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Sementara Marwati yang semula tergabung dalam Kloter UPG 40 dimutasi ke Kloter UPG 21 dengan jadwal penerbangan Senin sore pukul 15.00 WAS.
Penanggung Jawab (Pj) Evakuasi Tanazul Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr. Syougie SpKP menjelaskan, program tanazul diperuntukkan bagi jemaah yang memiliki indikasi medis sehingga tidak memungkinkan menunggu jadwal kepulangan bersama kloter asalnya.
Sasaran Program Tanazul
Program tanazul juga diberikan kepada jemaah yang masih menjalani perawatan ketika kloternya telah lebih dahulu kembali ke Indonesia.
"Setelah pulang dari rumah sakit atau KKHI, jemaah akan dinilai stabilitas kondisinya, kemudian dikonsultasikan kepada dokter spesialis yang menangani penyakitnya," ujar dr Syougie kepada tim Media Center Haji (MCH) di Hotel Al Hidayah, Senin kemarin.
"Dari situ ditentukan apakah jemaah layak terbang atau tidak. Jika dinyatakan layak, barulah dimutasi ke kloter layanan pemulangan," tambahnya.
Terkait kriteria kelayakan terbang, dokter yang sehari-hari bertugas di RS Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan, penilaian tidak hanya didasarkan pada satu faktor, melainkan kondisi medis jemaah secara menyeluruh.
Tim kesehatan akan menilai stabilitas hemodinamik, fungsi pernapasan, hingga risiko yang mungkin muncul selama penerbangan jarak jauh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Senyum-Haru-Marwati-Bisa-Pulang-Lebih-Cepat-ke-Tanah-Air-Lewat-Skema-Tanazul.jpg)