LIterasi Digital Tema, Mudah dan Nyaman Jualan Online
Selasa, 26 Juli 2022 10:58 WIB
Foto #1
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Literasi Digital dengan mengusung tema: "Mudah dan Nyaman Jualan Online", Senin (25/7/2022) dikemas melalui platform zoommeeting.
Seminar menghadirkan empat nara sumber yang mumpuni dalam bidangnya yaitu: Fadhlullah (Anggota Komisi I DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI), Usman Lamreung (Pengamat politik dan Akademisi di Universitas Abulyatama) dan Muhammad Riza Nurdin.
Seminar Literasi Digital ini merupakan inisiasi yang didukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Terdapat beberapa tujuan diadakannya acara tersebut, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh DitjenAPTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.
Sesi pemaparan diawali oleh pengantar sekaligus pembukaan yang disampaikan oleh Fadhlullah yang menyampaikan "Jualan online yang semakin hari semakin marak dilakukan masyarakat. Seperti diketahui, pasca merebaknya pandemi, perekonomian sebagian besar masyarakat di Indonesia cukup terpuruk. Selain itu, perubahan kebiasan masyarakat yang kini lebih senang berbelanja secara online. Hal tersebut bisa dikatakan sebuah peluang untuk sistem penjualan secara online. Oleh karenanya, sistem penjualan online diharapkan bisa mengembalikan kondisi perekonomian masyarakat Indonesia pasca pandemi, " papar Fadhlullah dalam pengantarnya.
Selanjutnya sambutan Semuel Abrijani Pangerapan, menyampaikan, "Sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi. Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia. Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumberdaya manusia. Untuk itu dengan diadakannya kegiatan Literasi Digital ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat yang akhirnya mampu menjadi faktor yang mendukung transformasi digital Indonesia, " jelas Semuel.
Pemaparan materi yang ketiga yakni pemaparan materi yang disampaikan oleh Usman Lamreung tentang peluang bisnsi di era digital. Usman menjelaskan "Di era digital ini memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan kehidupan dalam beberapa hal. Pertama, kehidupan dunia usaha (bisnis). Era digital memungkinkan untuk seseorang bisa memiliki usaha tanpa modal besar. Sebagai contoh, dengan adanya market place yang mewadahi seseorang untuk berjualan secara online, akan meniadakan modal yang seharusnya digunakan untuk menyewa tempat dan juga promosi. Market place akan terbentuk dengan mudah melalui pemanfaatan teknologi. Fenomena ini disikapi dengan maraknya orang berbisnis online, utamanya oleh kalangan generasi muda, " terang Usman.
Pemaparan materi yang terakhir, disampaikan Muhammad Riza Nurdin, menjelaskan, "Berdasarkan data yang didapatkan dari Daily Time Spent Using The Internet, bahwa penggunaan internet makin meningkat dari hari kehari. Indonesia menempati posisi 10 besar negara yang paling lama dalam menghabiskan waktu di internet. Beliau juga menjelaskan data yang didapatkan dari BPS terkait sistem penjualan online di Indonesia, yang mana pada tahun 2020 lalu 25,92% dari total 2.361.432 usaha merupakan e-commerce. Pada tahun yang samam 50,71% usaha langsung juga baru memulai beroperasi dan berganti menjadie-commerce. Data tersebut menunjukan tingginya angka pelaksanaan sistem jual beli online di Indonesia. Oleh karenanya, sudah seharusnya masyarakat Indonesia membekali dirinya dengan literasi untuk bisa memahami segala informasi yang kita dapatkan dari dunia digital, khusunya dalam proses jual beli online. Dengan demikian, kita bisa mengoptimalkan manfaat dari proses jual beli online dan meminimalisir dampak negatif yang mungkin ditimbulkan, " tutup Muhammad Riza Nurdin. //Fx Ismanto
| Editor | |
| Byline/Fotografer | IST/HO |
| Byline Title | IST/HO |
| Category | teknologi |
| Date Created | 20220725 |
| Credit | TRIBUNNEWS.COM |
| Source | TRIBUNNEWS.COM |
| City | Jakarta |
| Province | DKI Jakarta |
| Country | Indonesia |
| Copyright | TRIBUNNEWS.COM |
Tags
#Literasi Digital Kemenkoinfo
#Semuel Abrijani Pangerapan Dirjen Kemenkoinfo
#Fadhlullah Anggota DPR Komisi I
#Usman Lamreung (pengamat politik)
#Muhammad Riza Nurdin
FOTO TERKAIT
KOMENTAR