Penjual Sapu Lidi Keliling di Jakarta
Jumat, 28 Juni 2024 21:37 WIB
Foto #3
Ikna (59), Seorang pedagang perabotan rumah tangga keliling saat menyelesaikan pembuatan sapu lidi di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2024). Sehari-hari ia berkeliling berjualan sapu lidi menggunakan gerobak. Untuk satu sapu lidi dirinya membanderol harga sebesar Rp 35.000. Ikna berjualan mulai dari kawasan Gandaria hingga wilayah Bintaro dan Lebak Bulus. Ikna bercerita pengalamannya selama berjualan keliling, dirinya mengaku bahwa penghasilannya itu tidak pasti setiap harinya bahkan ia sempat mengalami tidak laku sama sekali sewaktu berjualan berkeliling. Menurutnya saat ini penjualannya menurun akibat kalah saing dengan para penjual sapu lidi online. Tribunnews/Jeprima
Editor | Bian Harnansa |
Byline/Fotografer | JEPRIMA |
Byline Title | STF |
Category | FIN |
Supp Category | Bisnis |
Date Created | 20240628 |
Credit | Tribunnews |
Source | Tribunnews |
City | Jakarta Selatan |
Province | DKI Jakarta |
Country | Indonesia |
Copyright | copyright |
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
Berita Terkait
-
14 Korban Demo Dilarikan ke RS Pelni Jakbar, 4 Pria Luka Serius Usai Diserang Benda Tumpul
14 korban demo dirawat di RS Pelni Jakbar, 4 pria alami luka tumpul serius dan masih jalani perawatan intensif Jumat siang. -
Sosok Kompol Anton, Danyon Brimob Polda Metro Jaya yang Temui Pendemo dan Meminta Maaf
Berikut adalah sosok Kompol Anton Asrar, Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Metro Jaya. -
Sikap Kapolda Metro Jaya Asep Edi saat Ratusan Ojol Melemparinya Botol Minuman di Makam Affan
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri hadiir pemakaman mendiang Affan Kurniawan. Driver ojol melemparinya botol minuman. -
Terjemahan Lirik Lagu Summertime - My Chemical Romance: If You Stay, I Would Even Wait All Night
Lagu Summertime dari My Chemical Romance termuat dalam album Danger Days: The True Lives of the Fabulous Killjoys. -
Transaksi dengan Mata Uang Lokal dan Renminbi Butuh Dukungan Regulator dan Perbankan
Dengan transaksi berbasis mata uang lokal, pelaku bisnis bisa lebih leluasa bertransaksi tanpa terlalu bergantung pada valas tertentu.