Jumat, 24 April 2026

Aktivis Kemanusiaan Diserang

Tentara Israel Curi Kartu Kredit untuk Belanja

Namanya juga penjahat besar, tentara agresor Israel tidak hanya jadi penjagal berdarah dingin juga pencuri handal. Keahliannya tidak hanya menembaki dan menawan para relawan kemanusiaan Gaza Freedom Flotilla.

Editor: Tjatur Wisanggeni

Tentara Israel yang merampas barang-barang pribadi milik relawan juga  mencuri dengan memanfaatkan barang-barang rampasan tersebut.

Dengan kurang ajarnya, tentara telah menggunakan kartu debit yang mereka curi dari para aktivis Freedom Flotilla untuk membeli barang-barang seperti iPod dan asesorisnya. Sementara telepon genggam yang disita juga dipergunakan untuk menelepon.

Ebrahim Musaji relawan dari Inggris (23)  mendapati catatan rekening yang menunjukkan kartu debitnya digunakan di sebuah mesin penjual Israel untuk membeli barang senilai 82 pounstreling pada 9 Juni 2010.

Kemudian kartu itu digunakan di situs Belanda www.thisisipod.com dua kali pada 10 Juni, untuk transaksi senilai 42,42 dan 37,83 poundstresling.

Hal yang sama dialami, aktivis asal California, AS, Kathy Sheetz, mendapat tagihan lebih dari 1.000 dollar atas transaksi yang dilakukan di Israel sejak tanggal 6 Juni.

Musaji dan Sheetz sama-sama ikut dalam rombongan Freedom Flotilla, tapi mereka berada di kapal berbeda. Satunya berada di kapal Mavi Marmara di mana 9 orang aktivis Turki meninggal dunia dan satunya berada di kapal Challenger 1.

Keduanya masuk wilayah Israel hanya ketika digiring Israel ke penjara. Dan ketika di tanah kekuasaan Israel mereka tidak pergi ke mana-mana, terus berada dalam tahanan.

“Jelas mereka mengambil kartu saya dan menggunakannya,” kata Musaji kepada Guardian (19/6/2010).

“Ketika mereka mengmbil barang-barang milik orang seperti (kamera) video, kartu debit dan menggunakannya, serta telepon selular, kedengarannya seperti lelucon.”

“Kami disandera, diserang dan sekarang ada pencurian. Jika polisi menyita barang-barang Anda di Inggris, mereka tidak akan menggunakannya dan tidak berpikir untuk membawanya pergi.”

Musaji, seorang pekerja sosial yang membantu orang dewasa yang kesulitan belajar, menutup kartunya pada tanggal 7 Juni setibanya di Inggris. Pihak bank setuju menganggap transaksi direkeningnya itu sebagai aksi penipuan dan ia tidak akan dikenakan biaya karenanya.

Tidak hanya kartu debit Musaji yang digunakan tentara Israel, telepon genggamnya dua kali digunakan untuk melakukan panggilan singkat.

Seorang aktivis asal Amerika Serikat lain, David Schermerhorn, pria 80 tahun asal Washington, mengatakan bahwa iPodnya juga dimanfaatkan oleh tentara Israel.

Sementara itu kartu debit Manolo Luppichini, wartawan Italia, digunakan untuk belanja senilai 54 euro.

Para aktivis mengatakan, Israel setidaknya masih menyimpan barang-barang dan uang senilai 1 juta pound, berupa bantuan dan barang-barang pribadi yang mereka jarah dari aktivis. Termasuk barang yang dicuri adalah laptop dan kamera.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved