Selasa, 14 April 2026

i Light Marina Bay Festival

Instalasi Lampu Hemat Energi Hibur Pengunjung Marina Bay

Singapura dan Philips gelar 'i Light Marina Bay Festival," sebuah festival seni instalasi cahaya ramah lingkungan dan hemat energi

Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Kisdiantoro

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Terinpisrasi oleh keindahan beragam pancaran cahaya di langit pada malam hari, Otoritas Pembangunan Kota (Urban Redevelopment Authority) bekerjasama dengan Smart Light Singapure menggelar 'i Light Marina Bay Festival," sebuah festival seni instalasi pencahayaan yang ramah lingkungan dan hemat energi paduan dengan seni patung pertama di Asia.

Festival yang berlangsung sejak 15 Oktober hingga 7 November 2010 ini, bertempat di Marina Bay, sebuah daerah di selatan Singapura. Tepatnya di sisi timur muara Sungai Singapura, di samping teluk buatan yang dibuat dengan reklamasi tanah.

Penduduk lokal dan wistawan mancanegara yang kebetulan berjalan-jalan di sepanjang jalan tepian laut Marina Bay akan menjumpai beragam suguhan seni instalasi lampu yang menakjubkan. Ada sebanyak 20 disainer internasional dan 14 disainer Singapura yang terlibat dalam proyek ini. Total, ada 26 karya seni instalasi patung dan cahaya di sepanjang jalan tepian laut Maina Bay yang panjangnya sekitar 3,5 kilometer.

Roger van der Heide, Vice Presiden Philips Design and Chief Design Officer of Philips Lighting menjelaskan, festival seni patung dan intalasi cahaya berkelanjutan ini tak hanya sekadar menampilkan unsur teknologi. Katanya, banyak aspek yang sebelumnya menjadi pertimbangan dan hendak dikampanyekan kepada masyarakat dunia.

"Ini tak sekadar memjang lampu. Tapi, sebelumnya telah dilakukan banyak diskusi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, disainer, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang holistik. Jadi, instalasi lampu itu didasari pada banyak filosofi, prilaku manusia dan lingkungan," kata Roger dalam presentasinya, Senin (18/10/2010).

Katanya, lampu-lampu yang digunakan bukanlah lampu-lampu model tradisional. Tapi, menggunakan sistem instalasi dioda cahaya atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode). LED ini sangat efisien dalam penggunaan energi untuk menghasilkan cahaya. Pada dasarnya semua wara dapat dihasilkan oleg LED.

i Marine Bay Festival tentu tak sekadar mengkampanyekan tentang energi yang ramah lingkungan. Lebih jauh dari itu, festival ini juga hendak menghubungkan antar bangsa ketika mereka datang dan mulai takjub dengan keindahan sorotan lampu-lampu yang dinamis.

"Poinnya adalah bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya.

Head of Marketing Senior Directur Asia Commercial Lighting Philips, Rowena Lee, berharap festival ini bisa menjadi daya tarik dan mempertajam karakter kota.

"Wisatawan akan semakin tertarik datang ke Singapura? Saya harap demikian," katanya.

Pihak Philips, kata dia, memilih Singapura karena tempatnya stategis dan sudah mengembangkan daya tarik cahaya yang bersumber dari lampu ramah lingkungan sejak lama. Namun, jika ada negara-negara lain yang hendak menerapkan konsep cahaya ramah lingkungan, Philips siap membantunya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved