Jumat, 23 Januari 2026

Dua Korea Bersitegang

Korea Utara: Jangan Main Api!

Korea Utara memperingatkan keras kepada Korea Selatan agar tidak main api karena akan memicu perang sengit.

Editor: Iswidodo
TRIBUNNEWS.COM- Korea Utara memperingatkan keras kepada Korea Selatan agar tidak main api. Bila tidak mengindahkan teguran itu maka dua Korea akan terlibat perang sengit. Peringatan ini disampaikan oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA dikutip bbc.

"Semenanjung Korea berada di ambang perang karena rencana gegabah unsur-unsur yang suka bermain api untuk melakukan latihan militer lagi dengan sasaran Korea Utara" kata KCNA (26/11).

Korea Utara pun berencana melepaskan roket roketnya ke wilayah Korsel lagi jika peringatan kerasnya tak digubris.

Korea Utara pun tahu bahwa armada kapal perang Amerika sedang menuju ke Laut Kuning untuk mengikuti latihan militer Korsel.  Rencananya Minggu besok akan latihan perang lagi selama 4 hari yang melibatkan Korsel dan Amerika. Dan hal itu menyulut kebencian Korea Utara yang merasa terancam kedaulatannya.

Sebelumnya Korea Selatan menunjuk menteri pertahanan baru untuk menggantikan menteri pertahanan sebelumnya yang mundur karena dia dianggap lamban dalam bertindak mengatasi serangan atas Pulau Yeonpyong.

Paling tidak 4 orang tewas pada hari Selasa ketika Korea Utara secara mendadak melakukan serangan artileri atas Yeonpyeong.

Serangan itu merupakan salah satu insiden paling parah sejak perang Korea berakhir tahun 1953 tanpa perjanjian damai. Pada hari Jumat aparat keamanan Korea Selatan menyelidiki dentuman suara mirip tembakan artileri yang kembali terdengar di Pulau Yeonpyeong.

Sumber-sumber militer yang dikutip Chris Hogg mengatakan suara itu mungkin berasal dari latihan militer, tetapi banyak orang di Yeonpyong menduga tindakan itu merupakan upaya untuk memanfaatkan suasana yang tegang.

Warga yang masih berada di Yeonpyeong sempat berlari menuju tempat perlindungan sampai suasana dinyatakan aman kembali.

Korea Selatan sudah menambah pasukan di Yeonpyeong dan mengubah aturan main menghadapi tindakan Korea Utara. Pemerintah Korea Selatan berpendapat titik berat aturan lama adalah mencegah suatu insiden agar tidak menjadi semakin parah.

Juru bicara presiden Korea Selatan mengatakan dalam aturan baru, pemerintah menetapkan berbagai tingkat tindakan yang bergantung pada sifat serangan Korea Utara. Sebagai contoh, serangan terhadap warga sipil akan mendapat balasan yang berbeda dengan serangan terhadap sasaran militer.

Korea Utara berpendapat bahwa insiden Selasa lalu merupakan kesalahan Korea Selatan, yang pasukannya ketika itu sedang melakukan latihan militer. Pasukan Korea Selatan kemudian membalas tembakan artileri Korea Utara.

Cina yang merupakan sekutu terdekat Korea Utara tidak menyalahkan salah satu pihak, tetapi meminta kedua negara untuk menahan diri. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved