Selasa, 5 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Trump Resmi Luncurkan Dewan Perdamaian, Bersumpah Gaza akan Didemiliterisasi dan Dibangun Kembali

Donald Trump mengatakan, ada komitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi dan dibangun kembali dengan indah.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
DEWAN PERDAMAIAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, secara resmi menunjukkan dokumen atau piagam yang menjadi dasar pembentukan Dewan Perdamaian, Kamis (22/1/2026). Penandatanganan itu dilakukan dalam sebuah upacara resmi di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Trump mengatakan, ada komitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi dan dibangun kembali dengan indah. 

Ringkasan Berita:
  • Dewan Perdamaian dimaksudkan untuk mengawasi perdamaian di Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel.
  • Trump meluncurkan "Dewan Perdamaian" barunya di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
  • Trump mengatakan, ada komitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi dan "dibangun kembali dengan indah."

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan "Dewan Perdamaian" barunya di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Peluncuran ini dilakukan dengan upacara penandatanganan untuk sebuah badan dengan biaya keanggotaan $1 miliar dan daftar undangan yang kontroversial.

Sekelompok pemimpin dan pejabat senior dari 19 negara -- termasuk sekutu Trump dari Argentina dan Hongaria -- berkumpul di atas panggung bersama Trump untuk menandatangani piagam pendirian badan tersebut.

Trump yang merupakan ketua Dewan Perdamaian -- mengatakan bahwa mereka "dalam kebanyakan kasus adalah pemimpin yang sangat populer, dalam beberapa kasus tidak begitu populer. Begitulah kehidupan."

Awalnya, Dewan Perdamaian dimaksudkan untuk mengawasi perdamaian di Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel, piagam dewan tersebut membayangkan peran yang lebih luas dalam menyelesaikan konflik internasional, memicu kekhawatiran bahwa Trump ingin badan tersebut menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun, Trump mengatakan organisasi tersebut akan bekerja "bersama" dengan PBB.

Diberitakan Al Arabiya, potensi keanggotaan Dewan Perdamaian telah terbukti kontroversial, dengan Trump mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menginvasi Ukraina empat tahun lalu.

Trump mengatakan, Putin telah setuju untuk bergabung, sementara pemimpin Rusia itu mengatakan dia masih mempelajari undangan tersebut.

Anggota tetap juga harus membayar $1 miliar untuk bergabung, yang menyebabkan kritik bahwa dewan tersebut dapat menjadi versi "bayar untuk bermain" dari Dewan Keamanan PBB.

Janji Trump

Donald Trump mengatakan, dalam upacara Dewan Perdamaian di Davos bahwa ada komitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi dan "dibangun kembali dengan indah."

Dilansir Al Arabiya, Trump mengatakan, Hamas harus melucuti senjata sesuai kesepakatan gencatan senjata Gaza atau itu akan menjadi "akhir" dari gerakan Palestina.

Baca juga: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump, DPR: Prinsip Bebas Aktif Harus Dijaga

“Mereka harus menyerahkan senjata mereka, dan jika mereka tidak melakukannya, itu akan menjadi akhir bagi mereka,” kata Trump, menambahkan bahwa kelompok itu “lahir dengan senapan di tangan mereka.”

Sementara, Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan, melucuti senjata Hamas adalah hal yang sangat penting saat membahas langkah selanjutnya untuk gencatan senjata Gaza selama sesi di Davos, Kamis.

Ketika ditanya tentang tahap selanjutnya dari gencatan senjata Gaza dan langkah-langkah yang akan diambil untuk memenuhi persyaratan kesepakatan tersebut, Herzog mengatakan kepada Forum Ekonomi Dunia (WEF) bahwa melucuti senjata dan membubarkan kelompok militan Palestina di wilayah tersebut merupakan hal yang sangat penting.

Sekutu Utama AS Tidak Berpartisipasi

Diberitakan AP News, banyak sekutu AS memilih untuk tidak berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved