Minggu, 10 Mei 2026

Dua Korea Bersitegang

Korut Klaim Miliki Ribuan Sentrifugal Nuklir

Korut mengklaim memiliki ribuan sentrifugal nuklir namun belum diketahui, apakah sentrifugal itu bisa dimanfaatkan membuat senjata nuklir atau tidak.

Tayang:
Editor: OMDSMY Novemy Leo
TRIBUNNEWS.COM, PYONGYANG --- Pemerintah Korea Utara (Korut) mengklaim memiliki ribuan sentrifugal nuklir. Namun belum diketahui, apakah sentrifugal itu bisa dimafaatkan untuk membuat senjata nuklir atau tidak.

"Kami memiliki ribuan sentrifgal. Untuk tahap ini kami sedang membangun reaktor air dan untuk memenuhi permintaan, kami mengoperasikan sistem pengayaan uranium modern," kata pejabat Korut, seperti dikutip kantor berita Korut, KCNA.

Namun belum diketahui apakah sentrifugal dimaksud bisa dimanfaatkan untuk membuat senjata nuklir atau tidak.

Ilmuwan Amerika Serikat, Siegfried Hecker, telah berkunjung ke fasilitas nuklir Korut tersebut. Namun tidak bisa memastikan apakah fasilitas bisa beroperasi.
Ia hanya menyebut bahwa berbagai peralatan nuklir di dekat ibukota Pyongyang tersebut luar biasa.

Reaktor tersebut sudah bisa dioperasikan sepenuhnya pada tahun 2012 mendatang dan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Dan dipastikan, sentrifugal itu bisa digunakan untuk melakukan pengayaan uranium.

Klaim itu dikeluarkan saat ketegangan terjadi di Semenanjung Korea, Rabu (23/11/2010) lalu. Klaim ini besar kemungkinan juga akan semakin membuat Korsel khawatir.

Sementara itu, Presiden Korsel Lee Myung-bak pada Senin (29/11/2010) kemarin, menegaskan pihaknya akan melakukan serangan balasan atas apa yang ia sebut provokasi Pyonyang.

Korut menggambarkan latihan militer gabungan Korsel-Amerika Serikat di Laut Kuning, yang tengah berlangsung di dekat garis perbataan yang disengketakan, sebagai tindakan provokatif. Dalam latihan militer selama empat hari, Korsel dan AS mengerahkan berbagai peralatan perang termasuk kapal induk USS George Washington.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved