Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Hari ke-72: Israel Bombardir Lebanon, Teheran Belum Jawab Proposal Damai AS
Perang Iran makin panas. Israel serang Lebanon, AS tunggu jawaban Teheran soal proposal damai terbaru.
Ringkasan Berita:
- Perang Iran memasuki hari ke-72 dengan ketegangan meluas ke Lebanon dan Selat Hormuz.
- Israel menggempur lebih dari 10 kota di Lebanon selatan, sementara Iran belum memberikan jawaban resmi atas proposal damai terbaru Amerika Serikat.
- Di tengah konflik, ancaman terhadap jalur energi global kembali meningkat setelah insiden baru di Selat Hormuz.
TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran memasuki hari ke-72 pada Minggu (10/5/2026) dengan ketegangan baru pecah di Lebanon selatan dan kawasan Selat Hormuz.
Israel melancarkan gelombang serangan udara ke lebih dari 10 kota di Lebanon selatan meski gencatan senjata regional sebelumnya sempat diumumkan bulan lalu.
Al Jazeera melaporkan sedikitnya 24 orang tewas dalam serangan Israel terbaru yang menyasar sejumlah wilayah yang disebut berkaitan dengan Hizbullah.
Di saat bersamaan, Amerika Serikat (AS) masih menunggu jawaban resmi Iran terkait proposal perdamaian terbaru yang diajukan Washington untuk mengakhiri perang.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim respons Teheran akan diterima “dalam waktu dekat”.
Namun hingga Minggu (10/5/2026) pagi, pemerintah Iran disebut masih mempelajari isi proposal tersebut.
Al Jazeera melaporkan proposal terbaru AS mencakup penghentian perang secara permanen, pembatasan program nuklir Iran, hingga pengaturan baru keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca juga: Timur Tengah Memanas: Kapal Perang Kerajaan Inggris HMS Dragon Lakukan Misi di Selat Hormuz Iran
Israel Intensif Bombardir Lebanon
Militer Israel menyatakan pihaknya menyerang lebih dari 40 titik infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan sepanjang akhir pekan.
Serangan itu memicu eskalasi baru di kawasan perbatasan Lebanon-Israel yang sebelumnya sempat mereda.
Kelompok Hizbullah mengklaim pasukannya menyerang buldoser militer Israel di wilayah Deir Siryan, Lebanon selatan.
Sementara itu, Kepala Manajemen Krisis Uni Eropa Hadja Lahbib mendesak peningkatan akses bantuan kemanusiaan ke Lebanon selatan.
“Bantuan kemanusiaan sudah siap, tetapi terlalu sering tidak bisa menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” katanya seperti dikutip AFP.
Reuters melaporkan situasi di Lebanon kembali mengkhawatirkan karena bentrokan antara Israel dan Hizbullah terus berlangsung meski tekanan internasional meningkat.
Baca juga: Senator Demokrat Pertanyakan Keterlibatan AS dalam Zona Evakuasi Israel di Lebanon dan Iran
Iran Belum Beri Jawaban
Di tengah memanasnya situasi regional, Iran belum memberikan respons final terhadap proposal perdamaian Amerika Serikat.