Sabtu, 24 Januari 2026

Dua Korea Bersitegang

Korsel: Serangan Udara Untuk Korut

Menteri Pertahanan Korsel yang baru berjanji akan melancarkan serangan udara kalau Korea Utara (Korut) menyerang.

Editor: OMDSMY Novemy Leo
TRIBUNNEWS.COM, SEOUL --- Menteri Pertahanan Korsel yang baru berjanji akan melancarkan serangan udara kalau Korut menyerang. Kim Kwan-jin mengatakan, hal itu menjawab pertanyaan di parlemen sewaktu uji kelayakan untuk pengukuhan jabatannya.

Kepala intelijen Korsel mengatakan, Utara besar kemungkinan akan menyerang lagi. Ketegangan memuncak di kawasan itu sejak puluhan peluru roket Korut ditembakkan ke pulau Yeonpyeong tanggal 23 November 2010. Dua warga sipil dan dua marinir Korsel tewas.

Serangan artileri itu dilakukan setelah pasukan Korsel menggelar latihan di wilayah itu. "Kalau Korut memancing lagi, kami pasti akan menggunakan pesawat tempur untuk menyerang Korut," kata Kim ketika ditanya bagaimana dia akan bereaksi terhadap serangan baru.

Dia juga mengkritik pendahulunya dengan mengatakan militer tidak boleh mengabaikan laporan intelijen yang menyebutkan kemungkinan serangan dari Utara.

Kalau Korut memancing lagi, kami pasti akan menggunakan pesawat tempur untuk menyerang Korut. Kim Tae-young dipaksa mundur beberapa hari setelah serangan roket terhadap pulau Yeonpyeong, di tengah kritikan bahwa reaksi militer lambat dan lemah.

Kim Kwan-jin, seorang mantan jenderal dan pernah menjadi kepala staf gabungan Korsel mengatakan di depan sidang penetapannya bahwa dia akan memperkuat aturan tindakan militer, untuk memberikan kekuasaan yang lebih besar kepada panglima militer.

Ia mengatakan, dia juga akan memberikan keluasaan kepada para komandan di lapangan untuk menentukan tingkat respon terhadap serangan. Gempuran artileri Korut menghasilkan banyak foto yang tidak pernah tampak sejak Perang Korea 60 tahun lampau, kata wartawan BBC di Seoul, Lucy Williamson.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved