Kerusuhan di Mesir
September Ceria, Warga Mesir Pilih Wakil Rakyat
Rakyat Mesir akan memiliki wakil rakyatnya kembali. Setelah Dewan Militer Mesir memastikan pemilihan legislatif akan diadakan September nanti.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rakyat Mesir akan memiliki wakil rakyatnya kembali. Setelah Dewan Militer Mesir memastikan pemilihan legislatif akan diadakan September nanti. Itu artinya, inilah pemilihan pertama pascapascapenggulingan Presiden Husni Mubarok.
Demikian diungkapkan anggota Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir Mamdouh Shaheen seperti dilansir Al Jazeera, Senin (26/3/2011). Ia menambahkan, pemilihan itu dimungkinkan jika undang-undang darurat yang sebelumnya dipakai pascakejatuhan Mubarok dicabut.
Sementara itu, partai politik yang sudah bercokol di bawah rezim Mubarok diberi waktu lima bulan untuk mempersiapkan pemilihan parlemen yang bebas setelah bertahun-tahun absen dalam konstelasi politik Mesir.
Seperti diketahui, Mesir dikuasai Dewan Militer terhitung sejak 11 Februari, di mana Mubarok resmi dijungkalkan rakyat Mesir yang menentang kepemimpinannya.
Dewan Militer memastikan akan memberikan kekuasaan kepada pemerintahan sipil sesudah pemilihan presiden. Sayang, Shaheen tidak merinci lebih jauh tepatnya pemilihan presiden akan dilangsungkan.
Dikatakannya, Dewan Militer juga menyetujui aturan yang mengatur pembatasan partai politik. Setidaknya, partai baru harus melewati persetujuan 5.000 anggotanya atau setidaknya 10 dari 29 provinsi di Mesir