Gempa dan Tsunami Landa Jepang
Radiasi Nuklir Jepang Terdeteksi Ada di Filipina
Radiasi nuklir ternyata sudah keluar dari Jepang. Akibat kerusakan reaktor nuklir di Jepang, radiasi nuklir kini telah sampai ke Filipina.
TRIBUNNEWS.COM, FILIPINA - Radiasi nuklir ternyata sudah keluar dari Jepang. Akibat kerusakan reaktor nuklir di Jepang, radiasi nuklir kini telah sampai ke Filipina.
Filipina yang berjarak sekitar 2.500 km dari reaktor nuklir Jepang, dideteksi terdapat radiasi nuklir oleh Institut Nuklir Filipina.
"Kami dapat mendeteksi isotop," kata Tina Cerbolis, Juru Bicara Institut Nuklir Filipina kepada AFP.
Atas temuan tersebut, Tina meminta masyarakat untuk tidak panik. Sebaran radiasi nuklir ini belum membahayakan masyarakat Filipina. Pasalnya, radiasi yang terdeteksi masih terbilang berkadar lemah.
"Radiasi sangat kecil itu ada di udara," ujarnya.
Kabar adanya radiasi nuklir ini dipublikasikan Institut Nuklir Filipina pada Selasa (29/3/2011). Disebutkan, radiasi berasal dari reaktor nuklir di Fukushima Jepang telah menyebar sejak terjadi kerusakan akibat gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu.
Deteksi radiasi nuklir ini merupakan pemantauan lingkungan di sejumlah negara, termasuk Filipina. Cina dan Korea Selatan yang berjarak lebih dekat dengan Jepang, juga melakukan deteksi radiasi nuklir.
Hasilnya tak kalah dari temuan di Filipina. Kedua negara menemukan iodin 131 radioaktif. Lagi-lagi dikabarkan sebaran radiasi nuklir tersebut tidak berbahaya bagi manusia.