Derita TKI
Sakit, TKI asal Cianjur Telantar di Jeddah
Dadan Kosasih TKI asal kabupaten Cianjur yang bekerja di salah satu kota Arab Saudi dilarikan ke Rumah Sakit King Fahad Al Haf
JEDDAH, TRIBUNNEWS.COM- Dadan Kosasih TKI asal kabupaten Cianjur yang bekerja di salah satu kota Arab Saudi dilarikan ke Rumah Sakit King Fahad Al Hafuf dan dirawat selama lebih dari tiga bulan. Dadan mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga patah kaki dan luka sobekan di bagian perutnya.
Kabar yang menimpa Dadan disampaikan oleh salah satu sukarelawan melalui jejaring sosial pada hari Sabtu (3/12). Dalam informasi tersebut disampaikan bahwa saat ini pihak Rumah Sakit tidak bisa melanjutkan perawatan dikarenakan masalah biaya, sehingga kurang mendapat perhatian. Serta hingga saat ini Dadan Kosasih belum dapat menggerakkan badannya, tetapi pihak majikan dan rumah sakit memaksa akan memulangkannya.
Sukarelawan tersebut menyatakan, yang menjadi permasalahan saat ini yaitu pihak majikan tidak bersedia membiayai ongkos perawatan dengan alasan terlalu mahal, melainkan hanya bersedia membiayai tiket dengan menggunakan kursi roda. Pihak majikan pun terus menekan Dadan agar menerima tawaran majikannya, karena sudah tidak kuat, akhirnya Dadan Kosasih dengan berat hati sambil menangis terpaksa menandatangani surat yang berisi menyetujui dipulangkan ke Indonesia dengan tiket yang menggunakan kursi roda.
'Kami juga sudah melaporkan hal ini kepada Perwakilan RI (KBRI Riyadh), tetapi belum ada tanggapan dan hanya meminta data sekaligus menanyakan kapan dipulangkan. Serta tidak ada konfirmasi ke lapangan dan menghubungi kami atau Dadan pun tidak pernah,” sambung sukarelawan tersebut.
Dadan Kosasih Ramdani dengan nomor Paspor AP475689 bekerja di Arab
Saudi kurang lebih tujuh bulan, dan dia bekerja dengan majikan bernama Ala Isham Abdalilah Gabasyi. Dadan Kosasih berangkat ke Arab Saudi melalui PJTKIS PT. Bali Pesona Abadi.
Ketua Posko Perjuangan TKI (POSPERTKI) Arab Saudi, Zainal Arifin menyayangkan langkah Perwakilan RI atas musibah yang menimpa Dadan
Kokasih. “Pospertki dan Korwil akan berusahan semaksimalnya untuk
membantu dan memperjuangkan saudara Dadan,” ujar Zainal.
Pimpinan Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan sudah melaporkan hal ini kepada Ibu Rieke Diah Pitaloka (anggota DPR), dan sudah melakukan pembicaraan dengan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat. Korwil telah meminta dengan tegas agar BNP2TKI memperhatikan musibah yang menimpa saudara Dadan, sekaligus mengenai biaya pengobatan saudara Dadan hingga sembuh. Dan Pak Jumhur merespons positif dan akan berusaha mengatasi yang terbaik,” sambung Zainal.
"PDI Perjuangan melalui Ibu Rieke Diah Pitaloka akan mengawal serta
memperjuangkan nasib Dadan Kosasih agar Pemerintah memberikan perhatian
penuh, sekaligus akan mendesak Pemerintah Pusat untuk memberikan teguran
tegas kepada Perwakilan RI di Arab Saudi. Di sisi lain pun pihak PT juga harus bertanggung jawab atas biaya pengobatannya. Jangan hanya bisa mengirim, tetapi ketika TKI sedang mengalami masalah atau musibah lepas atau lempar tanggung jawab,” ungkapnya.
Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan telah melakukan komunikasi dengan
pihak keluar Dadan Kosasih yang beralamat di Kampung Babakan Tasik Rt.
04/08 Ds. Ciharashas. Kec. Cilaku Kab. Cianjur. Informasi terakhir yang diterima, Dadan Kosasi akan dipulangkan ke Indonesia pada hari Rabu
(07/12).