Konflik Rusia Vs Ukraina
VIDEO Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Bak Kilat Hantam Ukraina: Tolak Rencana Pasukan Perdamaian
Rusia menilai, pasukan Eropa yang dikirim ke Ukraina akan menjadi 'bantuan tempur' alih-alih sebagai pasukan perdamaian.
VIDEO Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Bak Kilat Hantam Ukraina Usai Tolak Rencana Adanya Pasukan Perdamaian
TRIBUNNEWS.COM - Rusia dilaporkan menghantam Ukraina menggunakan rudal hipersonik Oreshnik pada Jumat (8/1/2026) dini hari.
Serangan ini dilakukan setelah Moskow menolak rencana terbaru soal proses perdamaian pasca-perang.
Penggunaan rudal Oreshnik dilaporkan menjadi bagian dari serangan besar-besaran yang membakar blok-blok apartemen dan menewaskan sedikitnya empat orang di ibu kota Ukraina, Kiev.
Baca juga: Serangan Rusia Membuat 1 Juta Penduduk Ukraina Tanpa Air dan Pemanas di Musim Dingin
Ukraina dan sekutu-sekutu Baratnya, yang berupaya keras untuk mengakhiri perang yang mendekati empat tahun lamanya, sepakat pekan ini kalau Eropa akan mengerahkan pasukan setelah gencatan senjata tercapai.
Namun Moskow, yang mengatakan kalau alasan mereka melancarkan invasi Februari 2022 satu di antaranya untuk mencegah perluasan perjanjian pertahanan NATO, telah berulang kali menolak gagasan penempatan pasukan Barat di Ukraina.
Rusia menilai, pasukan Eropa yang dikirim ke Ukraina akan menjadi 'bantuan tempur' alih-alih sebagai pasukan perdamaian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Kamis (7/1/2026) memperingatkan kalau pasukan Eropa tersebut akan "dianggap sebagai sasaran militer yang sah,".
Zakharova juga menyebut Ukraina serta sekutu Amerika dan Eropanya sebagai "poros perang."
Oreshnik Menghantam Bak Kilat
Saat para diplomat berupaya mencapai terobosan dalam konflik yang menjadi perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II, Rusia terus melanjutkan serangannya, membombardir Ukraina setiap hari.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menggunakan rudal hipersonik Oreshnik pada "target strategis" semalam.
Rusia jugamenyatakan serangan itu sebagai tanggapan atas serangan pesawat tak berawak pada bulan Desember terhadap seorang penghuni kediaman pemimpin Rusia Vladimir Putin.
Ukraina sudah membantah berada di balik serangan ke kediaman Putin itu.
Baca juga: CIA: Ukraina Tidak Menyerang Kediaman Vladimir Putin di Valdai
Moskow tidak memberikan rincian lain tentang serangan itu, tetapi pihak berwenang Ukraina mengatakan bahwa sebuah "fasilitas infrastruktur" telah dihantam di dekat kota Lviv di bagian barat oleh rudal balistik yang bergerak dengan kecepatan hipersonik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rudal-Oreshnik-Rusia-Hantam-Bangunan-Ukraina.jpg)