Minggu, 19 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Ultimatum Iran: Jika Demonstran Dibunuh, AS Siap Hantam Teheran dengan Serangan Keras

Trump ultimatum Iran, jika aparat membunuh demonstran di tengah krisis ekonomi dan protes nasional AS tak segan melancarkan serangan besar ke Teheran.

Truth Social/@realDonaldTrump
TRUMP DI GEDUNG PUTIH - Foto diambil dari akun Trump di Truth Social, Selasa (24/6/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam postingan yang diunggah pada Senin (23/6/2025). Trump ultimatum Iran, jika aparat membunuh demonstran di tengah krisis ekonomi dan protes nasional AS tak segan melancarkan serangan besar ke Teheran. 

Ringkasan Berita:
  • Trump ultimatum Iran dengan ancaman serangan keras jika aparat Teheran membunuh demonstran, menyusul laporan puluhan korban tewas dan ribuan penangkapan selama protes ekonomi nasional.
  • Gelombang protes dipicu krisis ekonomi akut meluas dari Teheran ke berbagai kota, memicu bentrokan dengan aparat keamanan.
  • AS klaim dukung demonstran damai, namun pengamat menilai peringatan Trump juga menjadi alat tekanan politik dan strategis terkait isu nuklir Iran dan instabilitas kawasan.

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah gelombang protes besar yang terus mengguncang negara tersebut.

Dalam keterangan resminya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menghantam Iran “dengan sangat keras” apabila aparat Teheran mulai membunuh para demonstran.

Pernyataan tegas itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan program radio Hugh Hewitt Show, Kamis (8/1/2026) waktu setempat.

Adapun gelombang protes di Iran bermula pada 28 Desember, ketika massa turun ke jalan di Grand Bazaar Teheran, pusat aktivitas ekonomi ibu kota.

Aksi ini dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi nasional dan anjloknya nilai tukar rial Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, rial Iran tercatat merosot tajam hingga melewati angka 1.350.000 per dolar AS, memicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan memperparah tekanan ekonomi rakyat.

Demonstrasi yang awalnya berpusat di Teheran kemudian meluas ke berbagai kota lain, memunculkan bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.

Hingga kini, pemerintah Iran belum merilis data resmi terkait jumlah korban jiwa.

Namun, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan bahwa hingga hari ke-11 protes, sedikitnya 45 orang tewas, termasuk empat anggota pasukan keamanan.

Selain korban tewas, HRANA mencatat puluhan demonstran mengalami luka-luka dan sedikitnya 2.217 orang ditangkap oleh aparat Iran.

Munculnya lonjakan korban jiwa ini yang mendorong Trump untuk bersikap agresif, mengancam pemerintah Iran “dengan sangat keras” apabila aparat Teheran kembali membunuh para demonstran.

Baca juga: Iran Chaos, Aksi Demo Lintas Kota yang Makin Menggila Picu Pemadaman Internet Nasional

“Jika mereka mulai membunuh orang yang cenderung mereka lakukan saat terjadi kerusuhan dan mereka benar-benar melakukannya, maka kami akan menyerang mereka dengan sangat keras,” ujar Trump, dikutip dari Anadolu.

Trump menegaskan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar retorika. Menurutnya, pesan serupa telah disampaikan langsung kepada pihak Iran dengan nada yang jauh lebih tegas.

Ia menyoroti pola lama pemerintah Iran yang kerap menggunakan kekerasan dalam merespons aksi unjuk rasa.

Dalam berbagai gelombang protes sebelumnya termasuk pada 2019 dan 2022 aparat keamanan Iran dituding menggunakan kekuatan berlebihan yang menewaskan ratusan demonstran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved