Selasa, 26 Mei 2026

Timor Leste pasca kepergian PBB

Perdagangan obat bius dan pencucian uang menjadi tantangan Timor Leste pasca kepergian pasukan perdamaian PBB, Senin (31/12).

Tayang:

Diluar itu Guteres mengatakan tidak ada masalah keamanan berarti yang mengancam stabilitas Timor Leste pasca penghentian misi PBB di negara itu.

Menurutnya polisi dan militer Timor Leste telah membuktikan kemampuannya dengan keberhasilan penyelenggaraan pemilu dan pengamanan kedatangan sejumlah pemimpin negara tetangga ke daerah tersebut.

"Sejak tahun 2009 banyak tugas pengamanan yang dilakukan oleh Timor Leste mulai dari Pemilu sementara UN lebih menjadi mentornya saja. Pada akhir tahun 2011 kami melihat sebenarnya semua tugas pengamanan sudah dilakukan semua oleh orang Timor Leste."

"Dunia Internasional saya rasa juga yakin lewat kunjungan tamu luar negeri seperti Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Presiden Indonesia, Presiden Portugal dan sejumlah menteri lain dan mereka telah lihat bahwa kami bisa melakukannya."

Guteres mengatakan saat ini Timor Leste memiliki 3.100 lebih polisi dan 1.000 tentara untuk mengamankan sekitar satu juta penduduk lebih.

"Kami menerapkan sistem kerjasama antara pemerintah lokal di berbagai daerah dengan pihak keamanan untuk menyelesaikan persoalan keamanan. Kami punya moto keamanan adalah tanggung jawab warga Timor Leste,'' kata Guterres.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved