PSK Kursus Memasarkan Diri Lewat Media Sosial: Mata Adalah Jendela Jiwa
Instruktur itu menjelaskan bagaimana para PSK itu memanfaatkan media jejaring sosial untuk memasarkan diri mereka kepada klien kaya
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Sebuah video yang diunggah ke internet memperlihatkan sekelompok perempuan muda yang diklaim sebagai para PSK mengikuti kursus tentang bagaimana menggunakan internet untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Video berdurasi sekitar dua menit itu diawali dengan penampilan seorang instruktur perempuan mengenakan kemeja putih dibalut jas hitam.
Instruktur itu menjelaskan bagaimana para PSK itu memanfaatkan media jejaring sosial seperi Sina Weibo, tak hanya untuk memasarkan diri mereka kepada klien kaya, tetapi juga untuk menghindari para pecundang.
"Yang kalian inginkan adalah semakin banyak klien, semakin banyak pendapatan. Bukan begitu? Saya akan mengajari kalian bagaimana menggunakan media sosial untuk mengembangkan basis klien kalian," kata sang instruktur.
Di dalam kelas kecil itu terdapat sekitar 12 perempuan yang terlihat serius mendengarkan pengarahan sang instruktur. Sementara itu, sang instruktur terus mengulang pentingnya menjaga kontak dengan para pelanggan kelas atas dan menghindari membuang waktu dengan para pecundang.
Di pertengahan kursus, salah satu peserta meminta salinan dokumen PowerPoint bahan pelajaran hari itu. "Ya, nanti setelah pelajaran," jawab ibu instruktur.
Dia lalu melanjutkan pelajaran dengan pentingnya memiliki foto terbaik di internet untuk menarik pelanggan potensial.
"Lihatlah foto ini. Dandanannya bagus dan membuatnya terlihat muda dan bergairah. Matanya sangat indah, menunjukkan semangat muda dan senyuman yang manis," kata instruktur sambil memperlihatkan sebuah foto.
"Mata adalah jendela jiwa," si instruktur mengingatkan.
Meski keaslian video itu belum dapat diverifikasi, penyebarannya sudah meluas ke sejumlah situs berbagi video, seperti Youku, Sohu, dan tentu saja YouTube. Nampaknya, video ini direkam salah satu "murid" menggunakan telepon genggamnya dan menyebar di internet pada Februari lalu.
Meski prostitusi adalah bisnis ilegal di China, prostitusi meningkat pesat berbarengan dengan berkembangnya masyarakat urban China. Bahkan dalam era Revolusi Kebudayaan dekade 1960-1970-an, pemerintahan Mao Zedong dengan keras memberantas prostitusi.
Namun, kini dengan perekonomian yang meningkat dan pengaruh Barat yang kuat, situasi berubah. Kini bahkan kota-kota terkecil di China memiliki kawasan prostitusi, rumah bordil dibiarkan berdiri, dan orang yang berkunjung ke sebuah kota kerap menerima tawaran layanan PSK lewat telepon ke kamar hotel. DAILY MAIL/KCM