Selasa, 21 April 2026

Australia Batalkan Pendanaan Distribusi Obat di PNG

Australia membatalkan bantuan pendanaan untuk program penyediaan obat-obatan bagi pusat kesehatan di Papua Nugini karena skandal korupsi.Pemerintah…

Namun kondisi ini berubah ketika diambil alih pemerintah PNG tahun 2013 lalu.

Pemerintah PNG memenangkan tender dari perusahaan Borneo  Pacific yang terkait dengan kelompok perusahaan obat China Utara,  meski anggaran yang diajukan  lebih mahal AUD$9 juta daripada penawaran lainnya.

Belakangan survey antibiotik tahun 2011 di PNG mendapati 4 contoh obat yang disediakan oleh kelompok perusahaan obat China Utara kualitasnya dibawah standar, dan bahkan salah satunya diduga obat palsu.

DFAT tarik pendanaan

Keprihatinan atas proses tender ini dilaporkan baru-baru ini dan pemerintah Australia akhirnya mengevaluasi program distribusi obat-obatan tersebut.

Meski demikian pemerintah Australia menyatakan pihaknya sepakat untuk tetap mempertahankan pendanaan tersebut.

"Pemerintah Australia tetap berkomitmen untuk mendanai distribusi peralatan medis di PNG,” kata juru bicara DFAT.

“Pendanaan ini ditujukan untuk pembelian perangkat kesehatan oleh pemerintah PNG dari perusahaan obat yang harus memenuhi sejumlah kriteria mutu obat melalui proses tender yang transparan dan berstandar internasional,” katanya lagi.

‘Namun sayang proses tender itu tidak dilakukan sesuai standar yang diatur, karenanya pemerintah Australia tidak akan mendanai distribusi obat-obatan terse but karena dihasilkan dari proses tender yang seperti itu,” tegasnya.

Informasi yang didapatkan ABC menunjukan pemerintah PNG telah membatalkan anggaran pembayaran perangkat obat-obatan kepada Borneo Pacific  tahun  depan.

Tender pendistribusian perangkat obat baru akan dilakukan awal 2014 nanti dan obat-obatan diharapkan sudah dapat diterima fasilitas kesehatan PNG antara bulan Mei dan Juni 2014.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved