Jumat, 15 Mei 2026

Perusahaan Daido Jepang Naikkan Harga Jual Gara-gara Indonesia

Gara-gara Indonesia melarang ekspor mentah minerba ke Jepang, Daido Steel Co.Ltd kini harus menaikkan harga jualnya 10 persen mulai Juli mendatang.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Situs Daido Steel Co.Ltd. 

Laporan Richard Susilo, Koresponden Tribunnews.com di Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gara-gara Indonesia melarang ekspor mentah minerba ke Jepang, satu perusahaan yang banyak menggunakan nikel, Daido Steel Co.Ltd kini harus menaikkan harga jualnya 10 persen mulai Juli mendatang.

"Harga jual baja stainless steel berbasis nikel bar mulai Juli, selesai kontrak Juni ini, kami terpaksa menaikkan harga jual," ungkap sumber Tribunnews.com yang tak mau diidentifikasikan, Jumat (13/6/2014) sore.

Diakuinya memang ada kenaikan biaya listrik, namun kenaikan biaya bahan mentah cukup tinggi akibat tidak bisa lagi mengimpor dari Indonesia.

"Selain itu kenaikan harga nikel saat ini cukup tinggi di tengah fluktuasi harga pasar dunia yang ada. Jadi terpaksa semua itu ikut mendorong kenaikan harga jual produk Daido," ungkapnya.

Penurunan keuntungan dalam hal pendapatan tidak dapat dihindari.

"Banyak hal-hal mencerminkan variasi biaya yang perlu diulanglagi penghitungannya termasuk pula baja molibdenum yang mengandung nikel juga harus direvisi harganya antara 10.000 yen sampai 20.000 yen per ton," jelasnya.

Sumber itu berharap kebijaksanaan larangan minerba Indonesia 100 persen untuk ekspor, bisa ditinjau kembali di masa depan terutama setelah muncul kabinet yang baru nantinya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved