Jepang Berpartisipasi dalam Penghijauan Kembali Bali
Bali Reff ini diikuti kurang lebih 800 peserta dengan menanam sebanyak 5.350 pohon.
Rinji Miyazaki kembali ke Jepang dan mengembangkan usaha sendiri sedangkan Ir. I Putu Gede Suwedia meneruskan karier sebagai seorang rimbawan yang berkarya di Kementerian Kehutanan. Dengan bertambahnya usia, ada kerinduan di dalam diri Ir. I Putu Gede Suwedia dan Rinji Miyazaki untuk “menebus dosa” ketika mereka masih muda. “Dosa” yang mereka rasakan karena menebang pohon ingin mereka tebus dengan melakukan penanaman pohon.
Setelah lama tidak bertemu, ternyata Rinji Miyazaki di Jepang telah memulai lebih dulu dengan mendirikan suatu lembaga nirlaba (Non Profit Organization) yang bernama Asian Green Forest Network (AGFN). Pada tahun 2007, ketika Ir. I Putu Gede Suwedia telah memasuki masa pensiun, mereka kembali bertemu di Bali. Akhirnya Ir. I Putu Gede Suwedia (Alm.) pun terinspirasi untuk membuat suatu lembaga swadaya masyarakat.
Bapak Ir. I Putu Gede Suwedia mulai mencari partner yang seide untuk mewujudkan impian melaksanakan kegiatan penghijauan di Bali. Untuk mewadahi kegiatan penghijauan di Bali, akhirnya didirikan suatu lembaga bernama Yayasan Bali Hijau Lestari (YBHL) yang dimotori oleh Ir. I Putu Gede Suwedia sebagai Ketua dan Probo Raharjo, S.Hut sebagai Sekretaris.
Dengan jaringan yang telah ada, YBHL mendapat dukungan penuh dari jajaran pemerintah Provinsi Bali baik oleh Gubernur Bali, Bupati Bangli, Dinas Kehutanan Provinsi Bali, KPH Bali Timur dan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan Kab. Bangli serta UPT Kementerian Kehutanan yang ada a.l. BP DAS Unda Anyar, BPTH Bali Nusra, BKSDA Bali.
YBHL mulai melaksanakan kegiatan pada tahun 2007 dengan menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon dan kebersihan bersama. YBHL bekerja sama dengan Non Profit Organization (NPO) Asian Green Forest Network (AGFN) dari Jepang memperoleh izin dari Gubernur Bali untuk melaksanakan kegiatan penghijauan dan pelestarian alam di Bali. NPO AGFN berperan untuk mengumpulkan dana sedangkan YBHL berperan untuk menggorganisir pelaksanaan kegiatan penanaman.
Sebagai fokus lokasi kegiatan, ditetapkan kawasan hutan di RTK 7 Kintamani yang berada di kaki Gunung Batur untuk lokasi penanaman. Kondisi lahan yang sangat kritis di kaki Gunung Batur akibat letusan gunung yang menjadi dasar pemikiran. Memang suatu tantangan yang berat, tetapi bila tidak dimulai tidak akan segera terwujud adanya rehabilitasi lahan dan hutan.
Pada bulan Desember tahun 2010, YBHL berduka karena Ir. I Putu Gede Suwedia (Alm.) dipanggil kembali ke hadirat Yang Maha Kuasa karena sakit. Walaupun salah satu motor penggerak telah tiada, tetapi semangat dan visi untuk melestarikan alam tetap hidup dan berkobar. Sebagai penggantinya, putra beliau yaitu dr. I Nyoman Gede Bayu Wiratama berkomitmen untuk tetap meneruskan perjuangan yang telah dimulai oleh Ir. I Putu Gede Suwedia.
Mulai tahun 2011, berdasarkan rapat pengurus, maka penggerak YBHL berganti yaitu dr. I Nyoman Gede Bayu Wiratama mengambil jabatan sebagai Ketua dan Probo Raharjo, S.Hut sebagai Sekretaris.