Breaking News:

Tragedi di Charlie Hebdo

Antisipasi Teror, Polisi di Inggris Dilarang Bertugas Sendirian

Ini menyusul meningkatnya ancaman teror terhadap aparat penegak hukum.

Daily Mail
Para pelaku menggunakan senapan AK 47 saat menyerang kantor majalah Prancis Charlie Hebdo, menewaskan setidaknya 11 orang dan melukai 10 orang, kata pihak berwenang Prancis. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota kepolisian Inggris, diimbau untuk tidak bertugas di luar kantor seorang diri.

Ini menyusul meningkatnya ancaman teror terhadap aparat penegak hukum.

Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Kepala Kontra-terorisme Kepolisian Inggris, setelah ratusan petugas polisi yang diperlengkapi dengan senjata api tambahan dikerahkan di seluruh kota London.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan teror yang terjadi di Prancis baru-baru ini dimana menewaskan 17 orang, 3 diantaranya petugas polisi.

Asisten Komisaris Mark Rowley, yang merupakan Kepala Kepolisian Nasional untuk Kontra-terorisme, telah mengeluarkan edaran yang berlaku untuk wilayah Inggris dan Wales.

Ia juga memerintahkan untuk kepala kepolisian di Inggris dan Wales untuk 'meninjau keselamatan dan keamanan staf' sesegera mungkin. Imbauan termasuk untuk membekukan patroli tunggal oleh petugas di lapangan jika diperlukan.

Kebijakan tersebut disambut baik oleh petugas lapangan yang belakangan ini merasa menjadi saaran teror, saat menjalankan tugasnya di tengah masyarakat.

Seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (18/1/2015), sejumlah petugas polisi menyatakan kekhawatiran mereka kepada pihak-pihak yang melakukan pengintaian dengan tendensi bermusuhan jika mereka bepergian ke atau dari tempat kerja mereka.

Kini mereka diizinkan untuk membawa peralatan pelindung seperti alat semprot CS dan tongkat saat mereka sedang tidak dinas. [Sumber: Dailymail]

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved