Hukuman Mati
Teror KJRI di Sydney Terkait Rencana Eksekusi Mati
Seorang wanita meneror kantor Konsulat Jenderal RI di Sydney, Australia, menggunakan cairan yang menyerupai darah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang wanita, Senin (2/3/2015) malam, meneror kantor Konsulat Jenderal RI di Sydney, Australia, menggunakan cairan yang menyerupai darah. Hal itu diduga merupakan bentuk protes terhadap rencana eksekusi mati duo Bali Nine, Andrew Chan, dan Myuran Sukumaran.
"Sangat penting agar masyarakat (Australia) memahami, dan kami menyadari frustrasi masyarakat dengan keputusan yang dibuat oleh pemerintah kami, namun kami ingin menjadi konstruktif," ujar pejabat di Konsulat Jenderal RI, Akbar Makarti, seperti dikutip dari Daily Telegraph.
Menurutnya, apabila masyarakat Australia memiliki alasan yang cukup masuk akal untuk disampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk menghentikan eksekusi mati Chan dan Sukumaran, Makarti menambahkan pihaknya siap menyampaikannya.
"Bisa efektif jika mereka meletakkannya secara tertulis," katanya.
Seperti diketahui, hubungan antara Indonesia dan Australia memanas belakangan ini. Ditandai dengan sikap tak setuju Perdana Menteri Australia Tony Abbott atas rencana eksekusi hukuman mati dua terpidana narkotika asal Australia di Indonesia.
Abbott sampai mengungkit bantuan Australia saat Aceh dilanda Tsunami 2004 silam. Bahkan menghubungi langsung Presiden Joko Widodo untuk menunda hukuman mati tersebut.(Dailytelegraph)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kjri-di-australia-diteror_20150303_130026.jpg)