Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Pastikan Terus Hancurkan Infrastruktur Sipil Iran: Mereka Itu 'Binatang'

Donald Trump menyebut orang Iran sebagai “binatang”, sebuah istilah yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional. 

Tangkapan layar YouTube Firstpost
SEBUT IRAN BINATANG - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyebut masyarakat Iran sebagai "binatang". 

 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial pada 6 April 2026 di tengah eskalasi konflik dengan Iran
  • Ia menyebut warga Iran sebagai “binatang”, sebuah istilah yang memicu kecaman internasional. Ucapan itu muncul saat Trump menanggapi kritik atas ancamannya menyerang infrastruktur sipil Iran
  • Ia menegaskan tidak khawatir serangan tersebut dikategorikan sebagai kejahatan perang, bahkan menyebut kejahatan perang justru membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan yang mengejutkan di tengah eskalasi konflik dengan Iran

Trump menyebut orang Iran sebagai “binatang”, sebuah istilah yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional. 

Ucapan tersebut dinilai memperkeruh ketegangan yang sudah tinggi akibat konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan pada 6 April 2026, saat Trump menanggapi kritik terhadap ancamannya untuk menyerang infrastruktur sipil Iran

Ditanya apakah ia khawatir serangan terhadap infrastruktur dikategorikan sebagai kejahatan perang, ia menjawab: “Saya tidak khawatir tentang itu.”

“Anda tahu apa kejahatan perang?” lanjutnya. “Kejahatan perang adalah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Mereka adalah binatang."

Ucapan tersebut muncul bersamaan dengan meningkatnya tekanan militer dan diplomatik dari Washington terhadap Teheran. 

Donald Trump bahkan mengeluarkan ultimatum agar Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan program nuklirnya. 

Ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat mampu menghancurkan Iran dalam waktu singkat jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Serangan ke Fasilitas Sipil Iran

Gelombang serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kembali memuncak pada Senin (6/4/2026), sehari sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump

Serangan tersebut menyasar kompleks petrokimia utama Iran, termasuk fasilitas Marvdasht yang dioperasikan Shiraz Petrochemical Company.

Serangan juga menghantam fasilitas Jam dan Damavand di kompleks petrokimia South Pars, Asaluyeh. 

Akibatnya, terjadi pemadaman listrik luas yang memaksa penghentian produksi di kawasan industri strategis tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved