Breaking News:

Aniaya Dokter Gigi, Pimpinan Yakuza Kudokai Ditangkap Polisi Jepang

Kepala mafia Jepang, Yakuza dari kelompok Kudokai, terbesar di Jepang selatan, Satoru Nomura (59) untuk ketiga kalinya ditangkap polisi.

Editor: Dewi Agustina
Foto Getty Image
Penggerebekan rumah Satoru Nomura pemimpin Kudokai oleh polisi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepala mafia Jepang, Yakuza dari kelompok Kudokai, terbesar di Jepang selatan, Satoru Nomura (59) untuk ketiga kalinya, Jumat (22/5/2015) ditangkap polisi Jepang dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap seorang dokter giri di Fukuoka.

"Seorang dokter gigi di Fukuoka hampir saja meninggal disiksa oleh kelompok Kudokai Mei tahun lalu dan kami telah memiliki banyak bukti sehingga menangkap kembali Kepala Kudokai," kata sumber Tribunnews.com, Jumat (22/5/2015).

Hasil penyelidikan dan bukti serta pengakuan berbagai saksi selama ini, polisi memutuskan kelompok Kudokai terutama pimpinannya bersalah atas penyiksaan hampir meninggal seorang dokter gigi dengan cara antara lain kakinya digigiti dan disiksa para pimpinan Kudokai dalam penyiksaannya.

Kejadiannya Mei 2014 di Kitakyushu Kokura-ku, Perfektur Fukuoka. Kepala Kudokai beserta membernya, empat pimpinan Kudokai, terbukti melakukan penyiksaan terhadap dokter gigi tersebut sebagai bagian dari balas dendam akibat ayah sang dokter gigi tak mau kerja sama dan tak mau membayar uang proteksi kepada Kudokai. Ayahnya adalah Kepala Asosiasi Perikanan di sana yang keras kepala tak mau kerja sama dengan Kudokai.

Februari 2015 beberapa member Kudokai ditahan polisi untuk pemeriksaan, termasuk juga Nomura.

Tagami Fumio (58) orang nomor dua Kudokai juga ikut ditangkap polisi. Deikian pula Kikuchi Keigo (42) orang nomor 3 Kudokai ikut ditangkap polisi.

Nomura pertama kali ditangkap September tahun lalu. Lalu Februari 2015 ditangkap kedua kali dan kembali ditangkap hari ini bukti lebih kuat lagi.

Kudokai ingin intervensi pembangunan konsesi pelabuhan perikanan dengan kepalanya adalah ayah dokter gigi tersebut.

"Tetapi ayahnya menolak keinginan Kudokai. Akibatnya anaknya yang dokter gigi disiksa kalangan Kudokai," kata sumber itu lagi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved