Property dan Consumer Goods Toyota Tertarik Investasi di Indonesia
Bidang property dan consumer goods dari anak perusahaan Toyota Motor Group punya perhatian untuk investasi di Indonesia.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bidang property dan consumer goods dari anak perusahaan Toyota Motor Group punya perhatian untuk investasi di Indonesia. Hal itu disampaikan pihak Toyota kepada Kepala BKPM Franky Sibarani dalam kunjungan kehormatan mereka di Imperial Hotel Tokyo, Kamisi (28/5/2015).
"Bidang property dan consumer goods, anak perusahaan dari Toyota Motor Corporation tampaknya punya perhatian besar untuk investasi di Indonesia. Mereka bertemu untuk konsultasi lebih lanjut dengan saya tadi," kata Kepala BKPM Franky Sibarani kepada Tribunnews.com, Kamis (28/5/2015).
Selain itu BKPM juga memastikan komitmen investasi sedikitnya 1,7 miliar dolar AS dari pengusaha Jepang dalam road show pemasaran investasi di Tokyo dengan bertemu sedikitnya empat investor besar Jepang.
Di sektor industri tekstil sekitar 100 juta dolar AS, sektor otomotif sekitar 600 juta dolar AS dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja 3.000 orang. Lalu sektor baja sekitar 300 juta dolar AS dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja 280 orang, dan sektor infrastruktur sekitar 700 Juta dolar AS.
"Berbagai pertemuan yang dilakukannya merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Jepang bulan Maret yang lalu," tambahnya.
"BKPM ingin memastikan berbagai minat investasi yang pernah disampaikan kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla ada tindak lanjut menuju realisasi. Kemajuan proses inilah yang kami pantau, termasuk fasilitasi apabila investor tersebut mengalami hambatan dalam proses realisasi," tambah Franky.
Ada beberapa komitmen investasi yang sudah menuju tahap konstruksi, yaitu komitmen di sektor otomotif dan baja. Sementara untuk komitmen investasi di infrastruktur gas masih dalam tahap studi kelayakan. Begitu diketahui hasilnya akan segera ditindaklanjuti dengan pengajuan izin investasi ke BKPM.
"Mereka meminta BKPM memfasilitasi perizinan yang dibutuhkan dan kami tentu saja siap melayani melalui PTSP Pusat termasuk permintaan insentif tax allowance. Kami meminta mereka segera mengajukan aplikasi melalui PTSP Pusat," ujar Franky.
Ada pula komitmen investasi yang sudah memproyeksikan produknya untuk pasar ekspor. Seperti komitmen investasi sektor tekstil yang produk pakaian bayi yang dihasilkan diekspor ke Timur Tengah, India dan Amerika Selatan.
"Ini cukup menggembirakan karena dapat mendorong pergerakan ekonomi," jelas Franky.
Kepala BKPM ini melakukan road show pemasaran investasi dengan melakukan pertemuan dengan investor Jepang di Nagoya, Kamis (28/5/2015). Kegiatan roadshow yang berlangsung 25 hingga 29 Mei akan diakhiri dengan pertemuan one on one meeting BKPM dan investor Jepang di Tokyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kepala-bkpm-franky-sibarani_20150527_115612.jpg)