Rombongan Menteri Tak Kebagian Kursi, Air India Usir Penumpang
Menteri muda Kiren Rijiju menerima hujan kecaman dari "netizen".
TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Seorang menteri India, Kamis (2/7/2015), menyampaikan permintaan maaf setelah tiga orang penumpang diminta turun dari sebuah penerbangan domestik sehingga menteri itu bisa mendapatkan kursi.
Insiden yang terjadi pekan lalu itu kemudian menyebar di media sosial dan mengakibatkan menteri muda Kiren Rijiju menerima hujan kecaman dari "netizen".
Meski meminta maaf, Kiren bersikukuh dia tak mengetahui beberapa penumpang dipaksa turun agar dia dan rombongannya bisa mendapatkan kursi di dalam pesawat milik maskapai Air India itu.
"Saya tidak mengetahui soal penumpang yang diturunkan dan saya sudah menyampaikan rasa penyesalan terkait insiden itu. Jika saya tahu, saya pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi," kata Kiren.
Kiren justru menyalahkan maskapai penerbangan milik negara itu yang mengganti jadwal keberangkatan dari kota Leh menuju New Delhi yang akhirnya "menyulitkan semua orang".
Meski belum diperoleh informasi pasti soal jumlah penumpang yang dipaksa turun, sejumlah laporan menyebut tiga penumpang "dikorbankan" demi sang menteri. Sejauh ini manajemen Air India belum memberikan komentar.
Sementara itu, Menteri Penerbangan Sipil India Ashok Gajapathi Raju mengatakan pihaknya akan mengirimkan laporan rinci kepada PM Narendra Modi setelah kementeriannya diminta menjelaskan penundaan penerbangan akibat ulah para pejabat.
"Kami harus mendapatkan kebenaran dari masalah ini. Semua lini akan diperiksa dan berdasarkan pemeriksaan itu kami akan memberikan laporan," kata Raju.
"Kami berjanji akan melakukan langkah-langkah demi mencegah insiden semancam ini terjadi di masa depan dan meminta maaf untuk semua orang yang merasa dirugikan," tambah Raju.
Peristiwa ini terjadi setelah awal pekan ini penerbangan Air India ke New York tertunda karena harus menunggu kedatangan menteri utama negara bagian Maharashtra, Dvendra Fadnavis yang terlambat.
Kemudian Fadnavis membela diri lewat akun Twitter-nya. Dia mengatakan tuduhan yang menyebut dia memaksa pesawat menunda jadwal penerbangan ke New York tidak benar dan tak berdasar.
Sumber: AFP
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/air-india_20150407_120101.jpg)