Presiden dan CEO Toshiba Dikabarkan akan Mengundurkan Diri Minggu Depan

Presiden dan CEO Toshiba Corporation, Tanaka Hisao diperkirakan minggu depan akan mengumumkan pengunduran dirinya bersama Norio Sasaki.

Presiden dan CEO Toshiba Dikabarkan akan Mengundurkan Diri Minggu Depan
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Presiden dan CEO Toshiba Corporation, Tanaka Hisao 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Presiden dan CEO Toshiba Corporation, Tanaka Hisao diperkirakan minggu depan akan mengumumkan pengunduran dirinya bersama Norio Sasaki, Wakil Komisaris Utama Toshiba Corporation, mantan Presiden dan CEO Toshiba.

Secara resmi pengunduran diri mereka akan berlangsung efektif pada saat Rapat Umum Pemegang Saham dalam waktu dekat seusai penyelidikan lengkap tim independen pihak ketiga.

"Manajemen bertanggungjawab sepenuhnya atas kasus ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada penyelidikan yang dilakukan tim independen pihak ketiga," kata Tanaka dalam pesannya di situs Toshiba.

Sumber Tribunnews.com mengungkapkan keduanya diduga kuat akan mengundurkan diri minggu depan setelah laporan tim independen pihak ketiga kemungkinan akan dilaporkan tanggal 21 Juli 2015.

Toshiba sudah mengakui ada kesalahan akuntansi perhitungan sebesar 54,8 miliar yen. Namun dari banyak pengamat dan ahli memperkirakan pemalsuan pembukuan itu diperkirakan mencapai 150 miliar yen.

Komisi Sekuritas dan Bursa Pengawasan Pasar Modal Tokyo juga melakukan penyelidikan khusus ke pasar saham yang ada.

Skandal akuntansi Toshiba diperkirakan untuk mendongkrak harga saham Toshiba agar bisa naik dengan baik sehingga laporan dibuat kelihatan bagus dan memberikan keuntungkan besar.

Saham Toshiba Jumat (10/7/2015) kemarin ditutup dengan nilai 377,2 atau turun 26 persen dibandingkan awal tahun ini.

Sebanyak 21 kasus pembukuan per 31 Maret 2014 terutama terkait pekerjaan konstruksi. Perhitungan dan pembukuan Toshiba telah dipalsukan sehingga pendapatan perusahaan seolah meningkat.

Secara resmi Toshiba telah mengumumkan kesalahan perhitungan sebesar 54,8 miliar yen. Namun dari banyak pengamat dan ahli memperkirakan pemalsuan pembukuan itu diperkirakan mencapai 150 miliar yen.

Pada rapat umum pemegang saham luar biasa pada akhir September, diharapkan untuk mengusulkan struktur eksekutif baru, termasuk pengunduran diri Sasaki, Wakil Komisaris Utama Toshiba tersebut.

Selain itu, ada kemungkinan bank-bank besar seperti Sumitomo Mitsui Banking Corporation, akan menurunkan jumlah pasokan kreditnya kepada Toshiba dari fasilitas yang ada saat ini sekitar 600 miliar yen.

"Demikian pula dipertimbangkan penjualan saham Toshiba sebanyak 87 persen yang ada di perusahaan Westinghouse Amerika Serikat dalam waktu dekat ini," tambah sumber itu.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved