Minggu, 31 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Konflik Timur Tengah Picu Krisis Pupuk dan Ancaman Kelaparan di Asia

Konflik Timur Tengah ancam energi dan pupuk, Anis Matta peringatkan Asia berisiko kelaparan jika krisis berlanjut.

Tayang:
Kompas.com
ANCAMAN KELAPARAN - Konflik Timur Tengah ancam energi dan pupuk, Anis Matta peringatkan Asia berisiko kelaparan jika krisis berlanjut. 

Ringkasan Berita:
  • Wamenlu RI Anis Matta menilai dampak konflik Timur Tengah bukan hanya energi, tetapi juga pupuk yang krusial bagi Asia
  • Selat Hormuz sebagai jalur vital membuat kawasan ini paling rentan. 
  • Pemerintah fokus pada keamanan pangan dengan menjajaki kerja sama pupuk dengan Laos, Yordania, Maroko, dan Aljazair

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, mengingatkan dampak paling berbahaya dari konflik di Timur Tengah bukan hanya pasokan energi, melainkan terhentinya mobilitas perdagangan dunia. 

“Begitu pergerakan terhenti di kawasan ini, seluruh dunia akan menghadapi masalah,” ujarnya dalam sesi One on One bertema Peran Indonesia di Tengah Konflik Global di TVOne pada Jumat (29/5/2026).

Menurut Anis, Asia menjadi kawasan paling rentan karena ketergantungan besar terhadap energi dari Timur Tengah.

China, India, Asia Tenggara, dan Jepang disebut tidak memiliki sumber daya energi yang cukup, sehingga Selat Hormuz sebagai jalur vital menjadi titik rawan.

“Korban terbesar dari choke point ini adalah Asia,” tegas pria yang juga Ketua Umum Partai Gelora, 

Baca juga: IHSG dan Rupiah Kompak Berakhir Ambruk, Pasar Dibayangi Konflik Timur Tengah

Ancaman Kelaparan dan Krisis Pupuk

Lebih jauh, Anis menilai ancaman pupuk justru lebih serius dibanding energi.

Dengan populasi dunia lebih dari 8 miliar, mayoritas di Asia dan Afrika, kebutuhan pupuk menjadi krusial untuk menjaga ketahanan pangan. Namun, impor dari Rusia terkendala sistem pembayaran akibat sanksi internasional.

Ia juga menyoroti Eropa yang tidak memiliki sumber energi memadai, sehingga industri mereka tidak kompetitif ketika harga minyak melonjak.

“Ancaman jangka menengah adalah kelaparan jika perang terus berlanjut,” kata Anis.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Indonesia kini fokus pada keamanan pangan.

Anis mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menjajaki kerja sama investasi pupuk dengan Laos, serta negara-negara Timur Tengah seperti Yordania, Maroko, dan Aljazair yang memiliki kapasitas produksi pupuk.

Dampak ke Daerah

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Riau, Iskandar. menilai, Provinsi Riau yang memiliki jutaan hektare perkebunan sawit dan lahan pertanian akan menjadi wilayah yang paling terpukul jika pasokan pupuk terganggu.

"Peringatan soal ancaman pupuk ini penting untuk diperhatikan serius, terutama bagi daerah seperti Riau yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Kalau rantai pasok pupuk global terganggu, petani kita yang pertama kena dampaknya," ujar Iskandar.

Iskandar mendesak pemerintah daerah dan para pelaku usaha agar tidak bersikap pasig menunggu krisis datang.

Ia menyarankan adanya langkah antisipasi segera melalui diversifikasi sumber pupuk dan penguatan stok cadangan lokal.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved