Seorang Penjaga Damai dari PBB Jadi Tersangka Perkosaan dan Pembunuhan
Seorang Pasukan pemelihara perdamaian PBB dituduh menjadi pelaku di balik pemerkosaan anak di Afrika Tengah, oleh organisasi Amnesty International.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine
TRIBUNNEWS.COM, ABIDJAN - Seorang Pasukan pemelihara perdamaian PBB dituduh menjadi pelaku di balik pemerkosaan anak di Afrika Tengah, oleh organisasi non-pemerintah Amnesty International.
Tuduhan itu datang dari laporan seorang gadis berusia 12 tahun yang mengaku menjadi korban pemerkosaan anggota pasukan 'beret biru', nama lain dari pasukan perdamaian PBB.
Selain dituduh memperkosa, pasukan tersebut juga dikatakan menjadi pelaku pembunuhan atas saudara laki-laki dan ayah si gadis.
Dikutip dari Reuters, pemerkosaan dan pembunuhan itu terjadi saat operasi perdamaian di Bangui, Afrika Tengah, dilakukan pada awal Agustus 2015 ini.
Menurut cerita dari pihak Amnesty, gadis tersebut sedang bersembunyi di dalam kamar mandi, ketika seorang pria berseragam dan berhelm seperti anggota pasukan perdamaian PBB menemukannya.
"Ia lalu membawanya keluar dan memperkosanya di belakang sebuah truk," demikian tertulis pernyataan dari pihak Amnesty.
"Bukti-bukti yang kami dapatkan menunjukkan bahwa seorang anggota pasukan pemelihara perdamaian PBB memperkosa seorang gadis dan tanpa peduli membunuh dua warga sipil."
Atas tuduhan itu, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan kekecewaannya dan mengatakan akan menginvestigasi tuduhan tersebut.
Sebelumnya, tepatnya pada Juni 2015 lalu, PBB pernah terlibat dalam kasus pelecehan seksual anak, di mana pasukan perdamaiannya menjadi pelaku. (Reuters/Boston Globe)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tangan-mengepal_20150409_084544.jpg)