Kamis, 9 April 2026

AS dan Rusia Sepakat Hentikan Serangan ke Suriah

Usai berdiskusi panjang, pihak AS, Rusia, dan lainnya dikabarkan sepakat untuk melakukan penghentian gencatan senjata

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hendra Gunawan
The Guardian/AFP/Getty Images/Ahmad Aboud
Pemandangan kota Deir Ezzor pascaserangan ISIS, dari Sabtu (16/1/2016) hingga Minggu (17/1/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, MUNICH - Usai berdiskusi panjang, pihak AS, Rusia, dan lainnya dikabarkan sepakat untuk melakukan penghentian gencatan senjata di Suriah.

Dalam keputusan yang diumumkan pada Jumat (12/2/2016) itu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengumumkan bahwa penghentian itu akan dilakukan pekan depan.

Keputusan itu diambil atas kesepakatan antara Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, yang mengadakan pertemuan bersama perwakilan negara lain.

Pertemuan itu dihadiri oleh puluhan perwakilan negara, yang difasilitasi PBB di kota Munich, Jerman.

Sebagai ganti kevakuman gencatan senjata, kedua pihak sepakat akan gencar mengalirkan bantuan kemanusiaan ke lokasi-lokasi terdampak perang di Suriah.

Rencananya, pihak Rusia akan menjatuhkan bantuan kemanusiaan dari udara untuk wilayah-wilayah yang tak bisa diakses melalui jalan.

Nantinya, bantuan berupa obat-obatan dan makanan itu akan dialirkan juga kepada pihak pemerintah dan oposisi, agar dapat mencapai warga yang terkepung.

“Kami telah bersepakat menghentikan serangan di seantero Suriah pada pekan depan,” ujar Kerry, dikutip New York Times.

Kesepakatan itu telah dibuat hitam di atas putih, namun Kerry menegaskan pembuktian komitmen itu hanya akan bisa dilihat di lapangan.

“Ujian sesungguhnya adalah apakah seluruh pihak dapat menghormati komitmen itu,” imbuh Lavrov kemudian.

Akan menarik beberapa operasi serangannya minggu depan, Lavrov menekankan kelompok-kelompok teroris seperti ISIS dan al-Nusra akan tetap jadi targetnya.

Jika kesepakatan itu dipenuhi oleh semua pihak, maka itu akan menjadi kali pertama komitmen formal untuk mengakhiri konflik di Suriah sejak 2011 terwujud.

Penghentian serangan juga dianggap sebagai langkah pertama untuk menggerakkan perdamaian di sana. (Washington Post/New York Times)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved