Mengapa air keras dipakai untuk menyerang Andrie Yunus dan dua aktivis lain?
Serangan air keras tak hanya menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Selain Andrie, dua aktivis lain mengalami serangan serupa di lokasi…
Serangan air keras tak hanya menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Selain Andrie, dua aktivis lain mengalami serangan serupa di lokasi berbeda. Apa yang bisa dibaca dari rentetan aksi kejahatan ini? Mengapa air keras yang dipilih sebagai alat penyerangan?
Setelah Andrie, Tri Wibowo, selaku anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bekasi, diguyur air keras pada 30 Maret 2026. Insiden ini terjadi di dekat kediamannya di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 04.35 WIB.
Lalu, pada pertengahan Februari 2026, Muhammad Rosidi, yang merupakan aktivis lingkungan di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi korban penyiraman air keras ketika hendak menyusul kawannya di sebuah kedai kopi. Pelaku penyiraman belum tertangkap hingga sekarang.
Di luar ketiga korban ini, Direktur Celios, organisasi nonpemerintah yang fokus di bidang ekonomi, Bhima Yudhistira, mengaku memperoleh ancaman disiram air keras. Ancaman dikirim melalui pesan ke akun media sosialnya.
Pemilihan air keras dilatarbelakangi faktor kemudahan dalam mendapatkan barang tersebut, menurut kriminolog, Haniva Hasna. Tapi, ada konteks lain yang tak bisa ditepikan.
"Pilihan alat [untuk menyerang] itu tidak pernah netral," sebut Haniva kepada BBC News Indonesia, Minggu (5/4).
"Di teori kriminologi, ada alat yang sifatnya high impact, low effort. Artinya, air keras ini mudah digunakan dan efeknya langsung sekaligus permanen," tambahnya.
Serangan air keras yang muncul dalam kurun waktu belakangan merupakan "bentuk teror" sebab salah satu pelakunya berasal dari "perwakilan negara," kata pengajar kriminologi di Universitas Indonesia, Josias Simon.
Josias menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan serangan memakai air keras bakal dipakai untuk membungkam suara kritis di masa mendatang, terlebih menyasar para aktivis.
"Nah, sekarang balik lagi ke penegakan hukum. Bisa apa enggak kasus-kasus ini diusut sampai tuntas?" tanyanya.
Dua peristiwa dalam satu garis linimasa
Sebanyak tiga orang ditangkap serta ditetapkan sebagai pelaku penyerangan anggota serikat buruh bernama Tri Wibowo di Bekasi, mengutip pernyataan Kepolisian Resor Metro Bekasi.
Alasan penyerangan, jelas polisi, "dendam pribadi yang telah berlangsung lama." Pendek kata, motif serangan ialah masalah personal.
Dalang penyerangan meminta dua orang untuk mewujudkan kekerasan itu.
Awalnya, para pelaku berencana melukai korban dengan balok kayu, tapi urung terlaksana lantaran peluang menimbulkan kematian. Air keras lantas dipilih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBC-Indonesiaindonesia.png.jpg)