Senin, 20 April 2026

Bank Gelap Jadi Perhatian Masyarakat Indonesia di Kumamoto Jepang

Pak kalau saya punya uang banyak di Indonesia lalu mau saya transfer ke BNI Tokyo bisa gak

Editor: Johnson Simanjuntak
Foto Richard Susilo
Sekitar 50 warga Indonesia berkumpul di masjid (Indonesia) Kumamoto Sabtu malam (13/2/2016) mendengarkan penjelasan pelayanan BNI Tokyo bagi kebutuhan transfer uang mereka ke Indonesia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Cuaca awal malam Minggu (13/2/2016) di Kumamoto di selatan Jepang mendung dan hujan rintik pun mulai jatuh, khususnya di Masjid (Indonesia) Kumamoto yang dibangun oleh empat warga Indonesia dan diresmikan tiga tahun lalu.

Upaya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat Indoneia di Kumamoto yang ada di selatan Jepang, antara Kagoshima dan Fukuoka, mengenai transfer bank bagi kebutuhan pelajar dan pemegang Indonesia di Jepang ditakutkan gagal karena jatuhnya hujan tersebut.

Ternyata setelah dimulai dengan makan bersama terlebih dulu sekitar jam 19.30 waktu Jepang, warga Indonesia pun mulai ramai berdatangan ke masjid tiga lantai tersebut.

Akhirnya mencapai sekitar 50-an orang, lumayan banyak dan membuat kehangatan suasana di tengah cuaca dingin Jepang saat ini.

Seusai makan malam, acara dimulai dengan sambutan sana-sini, mulai dari Pimpinan Bank BNI, Afien Yuni Yahya, Atase Pendidikan Alinda FM Zain dan panitia setempat. Setelah itu mulailah acara tanya jawab.

Perut kenyang, duduk santai di lantai sambil mendengarkan penjelasan staf BNI Tokyo, I Made Sukajaya, tampaknya malah tidak membuat ngantuk, karena penjelasan dan cara penyajian Made yang menarik. Akhirnya banyak pertanyaan menarik muncul.

"Pak kalau saya punya uang banyak di Indonesia lalu mau saya transfer ke BNI Tokyo bisa gak," tanya seorang warga Indonesia kepada Made.

"Ini dia anak mami. Biasanya kita kirim uang ke Indonesia, dia malah minta kirim uang ke Jepang," papar Made disambut tertawa yang lain.

"Bukan pak, saya dulu kerja di Batam, lalu penghasilan ditabung di BNI Batam, mau saya transfer ke BNI Tokyo," papar sang warga itu lagi.

"Ooooo uangmu sendiri ya di Indonesia. Tapi kan ditabung di Bank BNI kan? Bagus itu namanya customer setia," jawab Made yang sekali lagi disambut tawa yang hadir.

Pertanyaan lain mengenai titipan uang dari teman-teman untuk ditransfer ke Indonesia dan dijelaskan Made dengan kaitan Bank Gelap.

"Bank Gelap itu bukan bank yang gelap ya, tak ada lampunya," papar Made kembali disambut tawa kembali hadirin yang semakin malam semakin banyak datang lagi.

Made berharap tidak ada titip menitip uang untuk pengiriman lewat teman ke Indonesia karena itu bisa dikategorikan bank gelap dan masuk tindak pidana di Jepang.

Dari data Kepolisian Jepang yang diperoleh Tribunnews.com, tahun lalu ada sedikitnya dua orang Indonesia yang dipenjara di Jepang karena melakukan kegiatan bank gelap, transfer atau pengiriman uang ke Indonesia dengan caranya sendiri, tidak memiliki ijin yang layak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved