Hosto Tampari Wajah Gadis Jepang Karena Utang 750.000 Yen

Horiuchi mengaku memaksa wanita ke dalam mobil dan menamparnya.

Hosto Tampari Wajah Gadis Jepang Karena Utang 750.000 Yen
Foto: Richard Susilo
Papan reklame klub Hosto, penghibur wanita, di Kabukicho Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hanya karena belum bayar utang 750.000 yen, hosto (penghibur wanita) ini menampari muka gadis Jepang cantik di dalam mobil. Dia akhirnya malah ditangkap polisi.

"Selasa lalu polisi telah menangkap seorang Hosto karena polisi mendapat laporan perbuatan tidak menyenangkan, dia menampari seorang gadis Jepang dan menahannya di dalam mobil selama dua jam," ujar sumber Tribunnews.com sore ini, Rabu (2/3/2016).

Pada tanggal 27 Februari, Takashi Horiuchi, 23, dan Mayu Murakami, 20, diduga memaksa wanita, usia 31 tahun, dipaksa masuk ke dalam kendaraan di Kobe Hyogo dan ditahan di dalam mobil selama dua jam.

Selama itu pula sang wanita ditampari terus mukanya, namun tak ada luka dalam kejadian ini.

Horiuchi mengaku memaksa wanita ke dalam mobil dan menamparnya.

Murakami kepada polisi mengakui memaksa sang wanita untuk naik ke dalam mobil tapi membantah melakukan penyerangan.

Menurut polisi, Horiuchi merupakan hosto di sebuah klub di Kota Tokushima. Pada bulan November tahun lalu (2015), korban mengunjungi klub lima atau enam kali.

Dua bulan kemudian, korban menghadiri pesta ulang tahun Horiuchi dan dikenakan biaya sebesar 1,8 juta yen. Sang wanita baru bayar 1,05 juta yen jadi kurang 750.000 yen.

"Karena saya tidak bisa menghubunginya melalui telepon, saya pergi menemuinya untuk menagih uang yang belum dibayar," ujar Horiuchi itu lagi kepada polisi.

Karena diperlakukan tidak menyenangkan itulah sang wanita melaporkan kepada polisi dan Horiuchi ditangkap polisi saat ini.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved