Jumlah Penduduk Berkurang, Kantor Pos Jepang Makin Sibuk

Meski jumlah penduduk di Jepang semakin sedikit, ternyata Kantor Pos Jepang malah semakin sibuk.

Jumlah Penduduk Berkurang, Kantor Pos Jepang Makin Sibuk
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sebuah bis surat di Tokyo yang ditempeli stiker liar dan grafiti coret-coret dari orang tak bertanggungjawab. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Meski jumlah penduduk di Jepang semakin sedikit, ternyata Kantor Pos Jepang malah semakin sibuk.

"Karena Pos Jepang ternyata semakin banyak dipercaya perusahaan swasta untuk pengantaran barang terutama perusahaan shop online, misalnya Amazon, Yodobashi dan sebagainya," kata Kepala Pos Jepang yang tak bersedia diungkap identitasnya, Jumat (4/3/2016) kepada Tribunnews.com.

Melalui toko online di internet, bahkan pesan pagi hari, maka Pos sore atau Pos malam datang membawa barang pesanan tersebut sampai ke rumah. Semakin banyak toko online Jepang memanfaatkan jasa Pos Jepang saat ini.

Bagaimana tidak nyaman warga yang tinggal di Jepang. Tinggal klik-klik saja sudah bisa tiba barangnya satu hari ke rumah masing-masing.

Lalu, mengapa bisa demikian?

"Karena Pos Jepang dipercaya oleh masyarakatnya bisa mengantarkan tepat waktu, aman dan pasti tidak akan hilang," katanya.

Bahkan tidak sedikit orang yang memasukkan uang tunai ke dalam amplop biasa dikirimkan ke teman atau kerabatnya.

"Itu sebenarnya dilarang dan kita punya fasilitas namanya genkin kakitome atau surat yang isinya memang uang, bisa bayar asuransinya juga, jadi kalau hilang diganti sesuai jumlah yang diasuransikan," jelasnya.

"Tapi kita orang Jepang bukan maling, tak pernah mengambil barang orang karena tahu hukumannya berat sekali dan terlebih nama baik kita bahkan nama baik keluarga rusak kalau jadi maling," katanya menjelaskan.

Itu sebabnya meskipun pihak Pos Jepang tahu ada uang di dalam pos biasa, mereka pura-pura tidak tahu dan tidak akan mengambilnya.

Sehari sampai ke alamat tujuan dan teman bisa memperoleh uang dengan biaya murah hanya perangko 82 yen. Padahal kalau transfer lewat bank harus bayar fee bank sekitar 300 yen. Bahkan jika beda bank lebih mahal lagi.

Pengiriman pos surat Jepang pun lewat bis surat juga dijamin sampai ke alamat dengan aman tak akan hilang dan tepat waktu.

Itulah sebabnya pos Jepang semakin besar saat ini meskipun jumlah penduduk Jepang semakin berkurang.

Kuncinya dua saja, kepercayaan dari masyarakat dan ketepatan waktu, memenuhi janji dengan tepat. Disamping tentu pelayanan yang baik karena ini adalah perusahaan pelayanan masyarakat.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved