Jumat, 10 April 2026

Ahli Batik Jepang Padukan Batik dan Teknik Jadi Produk Sangat Menarik

Saya sangat senang batik Indonesia

Editor: Johnson Simanjuntak
Foto Richard Susilo
Rumiko Koga, ahli dan spesialis batik dari Jepang yang selalu mengembangkan teknik batik dan memadukan dengan teknik dari Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pembatik Indonesia memang sudah hebat. Namun perhatian akan batik Indonesia oleh orang Jepang ternyata bukan main tingginya.

Bahkan spesialis batik orang Jepang ini, Rumiko Koga, membuat berbagai perbaduan batik dengan teknik-teknik yang diciptakan dan dimilikinya dari Jepang, menjadikan produk batik sangat menarik.

"Saya sudah lama berkecimpung di batik, sekitar 30 tahun lalu," papar Rumiko.

Rumiko memiliki batik Indonesia berusia lebih dari 250 tahun dari Jambi dan diakuinya merawat dengan sangat hati-hati karena sangat sensitif mudah rusak, sejalan dengan usianya ratusan tahun tersebut.

Sudah sering berpameran dan kini Rumiko akan muncul lagi, berpameran batik di depato (toserba) Tokyu di Shibuya Tokyo mulai 26 Mei hingga 1 Juni mendatang, dari jam 10 pagi hingga jam 7 malam, di lantai 6 toserba tersebut.

"Saya sangat senang batik Indonesia dan kali ini berusaha menampilkan teknik batik series ke-6 pengembangan saya sendiri dengan nama Binrow," ujarnya lagi kepada Tribunnews.com Rabu ini (18/5/2016).

Batik Binrow ini perpaduan batik dengan teknik seri ke-6 merupakan mirip dengan Bingata dengan latar belakang yang lembut namun warna yang indah.

"Dengan teknik baru saya ini diperkirakan nantinya batik akan menjadi berharga mahal, menjadi langka setelah 100 tahun dan semakin banyak yang menyenanginya," ujarnya.

Bingata sendiri merupakan batik dengan kain celup tradisional Okinawa, dibuat dengan menggunakan stensil dan metode lainnya. Biasanya menggambarkan subyek alami seperti ikan, air, dan bunga.

Bingata dikenakan selama pertunjukan seni Ryukyu tradisional dan menampilkan kembali sejarah.

Batik Bingata dari Kerajaan Ryukyu pada periode abad ke-14 ketika pulau Okinawa dibuka bagi orang asing, masuknya barang asing dan teknik manufaktur. Hal ini diyakini telah dikembangkan sebagai sintesis dari India dan China.

Mungkin akan lebih menarik kalau kita, khususnya warga Indonesia yang kebetulan sedang berkunjung ke Tokyo, melihat sendiri pameran ini, gratis masuk, sehingga bisa mengetahui tekbik Binrow yang dibuat dan dikembangkan oleh Rumiko tersebut.

Teknik barunya ini tampaknya berhasil memadukan batik Indonesia dengan kreativitas warga Jepang ini menjadi batik yang sangat menarik dan cocok bagi nuansa orang Jepang sendiri.

Satu pengembangan yang patut diacungi jempol.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved