Breaking News:

Muhammad Ali Meninggal Dunia

Ribuan Orang Antar Muhammad Ali ke Peristirahatan Terakhir

Ibadah berdurasi 30 menit itu dipimpin oleh seorang ustadz yang cukup populer di AS asal California, Imam Zaid Shakir.

Dailymail
Jenazah Muhammad Ali akan disalatkan 

TRIBUNNEWS.COM, KENTUCKY- Ribuan jemaah khusyuk mendoakan jenazah petinju legendaris dan pejuang kemanusiaan Muhammad Ali dalam ibadah salat jenazah di Freedom Hall Arena, Louisville, Kentucky, Kamis (9/6) waktu setempat atau Jumat kemarin.

Sesuai permintaan, salat jenazah untuk petinju legendaris itu dibuka untuk umat lintas agama.

Mereka datang dari segala penjuru untuk menghormati Ali yang meninggal dunia karena komplikasi penyakit Parkinson pada usia 74 tahun, Jumat pekan lalu.

Para jemaah yang berdoa secara terpisah, mengaku datang untuk menghormati tokoh yang mereka kagumi ini.

"Luar biasa bisa melihat orang-orang dari kebangsaan yang berbeda, kebudayaan, ras bahkan agama datang bersama melewati saat sedih ini,"kata Makeeba Edmund, seorang muslimah yang tinggal di Louisville.

Salah seorang jemaah, Babacar Gaye, 54, sengaja datang utuk menghormati Ali yang sudah dikaguminya sejak ia masih tinggal di Dakar, Afrika.

"Saya ingat kami sekitar 60 orang menyaksikan pertarungan (Ali) melalui televisi hitam putih," katanya.

Lahir sebagai Cassius Marcellus Clay Jr, petinju besar ini memeluk Islam dan mengganti nama menjadi Muhammad Ali pada 1964.

Keputusan ini langsung menimbulkan dampak kebencian terhadap dirinya.

Ia kemudian tersandung kasus penolakan wajib militer dan bertempur di Vietnam yang membuat ia dilarang bertarung selama tiga tahun.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved