Kamis, 16 April 2026

Angkatan Bersenjata Filipina Duga Tujuh WNI Disandera di Sulu

Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) menyebut tujuh WNI yang diculik kemungkinan besar ditahan di Sulu, Filipina.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Sanusi
Tribun Kaltim/Siti Zubaidah
Para istri ABK dan keluarga kapal tunda (Tugboat) Charles yang diduga disandera kelompok bersenjata bertemu Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang di kantor PT PP Rusianto Bersaudara yang menaungi operasional TB Charles, Kamis (23/6/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) menyebut tujuh WNI yang diculik kemungkinan besar ditahan di Sulu, Filipina.

Dua hari setelah Indonesia mendapat kabar soal penculikan tujuh anak buah kapal (ABK) WNI, AFP baru mengonfirmasi soal itu Minggu (26/6/2016).

Menurut juru bicara AFP Brigjen Restituto Padilla, tujuh WNI tersebut diculik di Laut Sulu, pada 22 Juni.

"Informasi yang diperoleh dari unit lapangan mengatakan bahwa korban sandera kemungkinan besar ditahan di Sulu," kata Padilla.

Sejumlah media Filipina menyebutkan bahwa penculik tujuh orang ABK Tugboat (TB) Charles itu adalah kelompok Abu Sayyaf.

Tujuh sandera itu antara lain Ferry Arifin (kapten), M Mahbrur Dahri, Edi Suryono, Ismail, M Nasir, M Sofyan, dan Robin Piter.

Sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf sudah pernah menyandera 14 orang ABK WNI di dua insiden yang berbeda pada Maret dan April.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat ini dikabarkan sudah berada di Filipina terkait dengan pembebasan tujuh WNI tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (27/6/2016). (Inquirer)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved