Kamis, 16 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Aset Iran Dibekukan Capai 100 Miliar Dolar AS, Di Mana Disimpan dan Mengapa Sulit Dicairkan?

Aset Iran lebih dari 100 miliar dolar AS dibekukan di luar negeri, jadi isu panas negosiasi dengan AS di tengah upaya meredakan konflik.

Ringkasan Berita:
  • Aset Iran yang dibekukan diperkirakan mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS dan tersebar di berbagai negara.
  • Dana ini menjadi tuntutan utama Teheran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat untuk meredakan konflik.
  • Namun, sanksi dan kepentingan politik membuat pencairan aset masih sulit terealisasi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Isu aset Iran yang dibekukan kembali mencuat di tengah rencana lanjutan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk meredakan konflik yang masih berlangsung.

Salah satu poin paling krusial dalam negosiasi adalah tuntutan Teheran agar dana miliaran dolar miliknya yang tertahan di luar negeri segera dicairkan sebagai langkah awal membangun kepercayaan.

Al Jazeera melaporkan, total aset Iran yang dibekukan diperkirakan mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1.700 triliun jika kurs Rp 17.140 per dolar AS).

Sebagian besar berasal dari pendapatan ekspor minyak yang tidak dapat diakses akibat sanksi internasional.

Isu ini kini menjadi ujian penting apakah jalur diplomasi dapat dilanjutkan atau justru berujung pada eskalasi konflik baru.

Aset Beku Jadi Instrumen Tekanan Politik

Pembekuan aset merupakan instrumen hukum dan politik yang memungkinkan suatu negara atau lembaga internasional menahan dana milik negara lain.

Kebijakan ini umumnya diterapkan dalam kerangka sanksi, tuduhan pelanggaran hukum internasional, atau konflik geopolitik.

Baca juga: AS Tolak Usulan Rusia Soal Pengambilalihan Uranium Iran

Dalam kasus Iran, pembekuan aset dimulai sejak krisis penyanderaan warga AS di Teheran pada 1979, sebagaimana dilaporkan NDTV.

Sejak saat itu, sanksi terus diperluas, termasuk terkait program nuklir dan rudal balistik Iran, serta diperketat setelah AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 pada 2018.

Akibatnya, pendapatan Iran dari ekspor minyak—yang menjadi tulang punggung ekonomi—tetap tercatat secara finansial, namun tidak bisa digunakan secara nyata.

Dana Tersebar di Banyak Negara

Aset Iran yang dibekukan tersebar di sejumlah negara dan lembaga keuangan global.

Data yang dihimpun dari berbagai laporan menunjukkan China menyimpan sekitar 20 miliar dolar AS, sementara India sekitar 7 miliar dolar AS.

Irak dan Qatar masing-masing memegang sekitar 6 miliar dolar AS, dengan dana di Qatar sebelumnya dipindahkan dari Korea Selatan dalam skema pertukaran tahanan sebelum kembali dibekukan.

Jepang menyimpan sekitar 1,5 miliar dolar AS, sementara Amerika Serikat sendiri memegang sekitar 2 miliar dolar AS.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved