Kamis, 23 April 2026

Kisah Supriyanto, nelayan Indonesia yang tewas akibat disiksa di kapal Taiwan

Video yang direkam dengan ponsel oleh kawan Supriyanto di kapal ikan asing itu memperlihatkan kondisinya yang menyedihkan: kepalanya bocor, matanya merah akibat berdarah, kakinnya lebam hingga susah berjalan.

Seorang nelayan asal Tegal, Jawa Tengah, menjadi korban penyiksaan di kapal ikan asing, dan akhirnya tewas mengenaskan..

Sebuah video yang diperoleh wartawan BBC di Taiwan, Cindy Sui, memperlihatkan seorang nelayan Indonesia, Supriyanto, mengalami luka-luka akibat dipukuli di sebuah kapal ikan Taiwan.

Video yang direkam dengan ponsel oleh kawan Supriyanto di kapal ikan asing itu memperlihatkan kondisinya yang menyedihkan: kepalanya bocor, matanya merah akibat berdarah, kakinnya lebam hingga susah berjalan.

Dalam Bahasa Jawa, kawannya berkata, “Nasibnya Supriyanto, jalan saja dia sudah tidak bisa, hanya bisa meratapi nasib. Saya tidak bisa bantu apa-apa, hanya bisa bantu secara spiritual… Inilah hasil dari kekerasan di kapal.”

Tak lama, Supriyanto pun tewas di kapal.

Meski demikian, jaksa penuntut Taiwan berkata ke BBC bahwa Supriyanto meninggal akibat infeksi lutut dan tidak ada yang mencurigakan dalam kasus ini.

Memang industri kapal ikan Taiwan sedang mendapat sorotan akibat pelanggaran hak asasi manusia yang belakangan terjadi terhadap para tenaga kerjanya.

supriyanto

Kakak Supriyanto, Rusmiati, bersama kedua anak Supriyanto: Dimas (12 tahun), dan Makmun (10 tahun)

Video lain menggambarkan lima orang yang ditembaki awak kapal Vietnam. Namun Kapten kapal terdengar berbicara Bahasa Mandarin. Dan ada kapal lain yang terlihat di tempat kejadian menggunakan bendera Taiwan.

‘Ingin kumpul’

Itu merupakan pelayaran kedua Supriyanto di kapal ikan Taiwan.

Pelayaran pertama berlangsung selama setahun, namun tidak pernah ada keluhan dari Supriyanto. Berselang tiga bulan, dia pun kembali berlayar.

Sebelumnya, Supriyanto bekerja sebagai kernet bis. Dia mendaftar menjadi awak kapal lewat sebuah agen di kotanya.

Kakaknya, Rusmiati, berkata Supriyanto ingin merubah nasib dengan bekerja di kapal asing.

supriyanto

Suami Rusmiati penjual bubur ayam dan harus membiayai ketiga anaknya dan kedua anak Supriyanto

Pengen kembali lagi sama istrinya. Pengen kumpul gitu katanya sebelum berangkat,” kata Rusmiati.

Supriyanto meninggalkan tiga anak yang masih kecil-kecil: Moh Dimas Aman Hakim (12 tahun); Moh Subur Makmun (10 tahun); Linda Cintia Praba (7 tahun).

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved