Amerika Serikat dan Rusia Capai Kesepakatan Genjatan Senjata di Suriah
Amerika Serikat dan Rusia menghasilkan perjanjian terobosan di Suriah, yakni gencatan senjata mulai awal pekan depan.
TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Amerika Serikat dan Rusia menghasilkan perjanjian terobosan di Suriah, yakni gencatan senjata mulai awal pekan depan.
Menlu AS John Kerry mengatakan perjanjian ini bisa mengurangi kekerasan di Suriah dan mengakhiri pertumpahan darah selama lebih dari lima tahun.
Menurutnya, kesepakatan ini kan berpotensi menjadi "titik balik" dalam suatu konflik yang telah membunuh sebanyak 500.000 orang, jika dipenuhi oleh Rusia yang didukung pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak.
Gencatan senjata dimulai pada Senin (12/9/2016), Kerry berkata, bertepatan dengan hari libur Idul Adha.
Kerry bernegosiasi dengan mitranya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Jenewa, Swiss, Jumat (9/9/2016) waktu setempat.
Dia mengatakan Presiden Suriah Bashar Assad bersedia mematuhi perjanjian tersebut.
Rusia dan AS juga akan membangun kerja sama untuk memerangi aksi militan kelompok teror ISIS dan gerilyawan Al Nusra. (TIME)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/korban-perang-suriah-terus-bertambah_20160830_181447.jpg)