Rabu, 8 April 2026

Susahnya Buat Produk Mini Jepang dari Stainless Steel

Ternyata untuk kenang-kenangan, untuk mengingat saja bahwa dirinya memiliki restoran tersebut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Richard Susilo
Kitchen mini atau dapur mini sebuah restoran di Tokyo dibuat ke dalam bentuk miniatur seperdua belas karya Yukio Kawai (66) dengan harga sekitar 2 juta yen 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hobi seseorang bermacam-macam. Sebuah dapur mini sengaja diminta buatkan oleh pemilik sebuah restoran di Tokyo.

Ternyata untuk kenang-kenangan, untuk mengingat saja bahwa dirinya memiliki restoran tersebut.

"Umumnya tamu kami para pribadi yang punya keinginan memiliki produk miniatur yang diinginkannya sendiri seperti pemilik sebuah restoran di Tokyo. Restoran itu yang sebenarnya ada dan masih berjalan sampai kini. Tapi produk mini ingin dimiliki sebagai koleksi sang pemilik saja agar selalu ingat akan restorannya. Susah pengerjaan produk mini ini karena banyak pakai Stainless Steel," ujar Yukio Kawai (66) sang produser produk mini Jepang Doll House TYA Kitchen khusus kepada Tribunnews.com pagi ini, Kamis (17/11/2016).

Karya pembuatan (tangan) roduk mininya kini sudah mengglobal ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Mereka pesan lewat internet, lalu kita buatkan dan kita kirimkan lewat pos, termasuk beberapa orang yang memesan dari Indonesia. Tapi jumlahnya tidak banyak sih kalau dari Indonesia saja," katanya.

Pesanan produknya bisa diakses lewat website ini. http://minityuan.ocnk.net/

Diakuinya selain pesanan banyak dari Amerika Serikat dan Eropa, dari Asia kini juga semakin banyak yang menyenangi produk mini tersebut, bukan untuk komersial tetapi untuk koleksinya sendiri.

Misalnya dari pesanan datang dari Malaysia dan Singapura serta Thailand.

"Mereka kebanyakan beli untuk koleksinya sendiri. Minta dibuatkan sesuai keinginan mereka. Misalnya minta dibuatkan rumah sakit dengan pasien di dalamnya, ada infus, obat dan sebagainya sebagai miniatur. Itu dipesan oleh sebuah museum di Inggris dan makan waktu lama pembuatannya. Harganya sekitar 2 juta yen," ujarnya.

Mahal murahnya produk mini yang dibuatnya terkait kesulitan pembuatan serta bahan dasar yang digunakannya.

"Yang sulit adalah menggunakan stainless steel, agak sulit pengerjaannya dan harga bahan dasar ini juga agak mahal. Jadi kalau bahan dasarnya mahal, harganya keseluruhannya pun juga ikut mahal."

Selama ini memang diakuinya belum ada yang pesan pakai emas atau berlian atau kristal, "Tetapi kalau ada yang pesan ya kita buatkan juga tidak masalah dengan berbagai bahan tersebut, termasuk penggunaan bahan stainless steel yang sulit dikerjakan," katanya.

Dalam pengerjaan produk mini tersebut Yukio dibantu oleh isteri dan puterinya yang cantik, Asami.

"Saya spesialis di bahan dasar metal. Untuk produk mini dengan bahan lain menggunakan kertas misalnya, atau bahan lain biasanya isteri dan anak saya yang kerjakan. Misalnya kepiting mini dan sebagainya," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved