Breaking News:

Atlet Wingsuit Tewas di Dasar Jurang Gunung Tianmen Setelah Gagal Terbang

Seorang pria asal Kanada yang menekuni olahraga ekstrim "wingsuit" tewas ketika lompatannya di kawasan hutan nasional di Provinsi Hunan, China, gagal

AFP
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Seorang pria asal Kanada yang menekuni olahraga ekstrim "wingsuit" tewas ketika lompatannya di kawasan hutan nasional di Provinsi Hunan, China, gagal.

Kematian ini merupakan kecelakaan terbaru yang dialami para penikmat kegiatan berbahaya itu.

Olahraga ekstrim ini dilakukan dengan cara molompat dari puncak gunung, bibir jurang, atau pun pesawat terbang, dengan menggunakan pakaian yang dilengkapi sayap.

Korban bernama Graham Dickinson adalah pria berusia 28 tahun.

Selama ini dia dikenal sebagai salah satu pakar "wingsuit".

Seperti diwartakan kantor berita Xinhua yang dikutip AFP, Jumat (28/1/2017), jasad Dickinson ditemukan di dasar jurang Taman Hutan Nasional Gunung Tianmen.

Daerah ini terkenal karena pilar batu pasir yang mengesankan, dan menarik banyak penggemar "wingsuit".

Atlet "wingsuit" asal Hungaria Victor Kovats pun tewas di taman nasional yang sama pada tahun 2013.

Dickinson, yang menduduki peringkat ke tiga dalam World Wingsuit League China Grand Prix 2016 di Gunung Tianmen, mendapat izin untuk berlatih di kawasan itu sejak awal bulan ini.

Dia dikabarkan hilang sejak Rabu lalu, setelah gagal dalam lompatannya.
Demikian keterangan the World Wingsuit League (WWL) dalam akun Facebook mereka.

Berdasarkan data WWL, Dickinson telah membukukan rekor lompatan sebanyak 2.250 kali sepanjang hidupnya.

Penerbangan "wingsuit" rata-rata berlangsung hampir satu menit, dan dalam waktu delapan detik, atlet sudah mencapai kecepatan 200 kilometer per jam.

Tercatat, ada puluhan atlet yang tewas pada tahun lalu.

Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved