Konflik Rusia Vs Ukraina
Malam Mencekam di Ukraina, Rusia Luncurkan Serangan Besar ke Kyiv, Dnipro, Kharkiv
Pada 1 Juni 2026 malam hingga 2 Juni 2026 dini hari, Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv.
Ringkasan Berita:
- Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv pada 1–2 Juni 2026 yang menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 55 lainnya.
- Sebelum serangan terjadi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan besar dan meminta warga tetap waspada terhadap peringatan serangan udara.
- Di tengah eskalasi perang, Zelenskyy mengklaim Ukraina kini mampu menjangkau hampir seluruh jalur logistik militer Rusia di wilayah pendudukan.
TRIBUNNEWS.COM - Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina pada Senin, 1 Juni 2026 malam hingga Selasa, 2 Juni 2026 dini hari.
Gelombang rudal dan drone menghantam berbagai kota, termasuk Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv, menyebabkan sedikitnya lima orang tewas dan 55 lainnya terluka.
Kota Dnipro menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Gubernur regional Oleksandr Hanzha mengatakan sedikitnya lima orang tewas dan 16 lainnya terluka setelah sejumlah rudal dan drone menghantam kawasan permukiman.
Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa bangunan mengalami kerusakan parah dan sebagian runtuh akibat serangan tersebut.
Di Kharkiv, serangan Rusia menghantam beberapa distrik kota. Wali Kota Ihor Terekhov melaporkan kerusakan pada gedung apartemen bertingkat, kendaraan, dan bangunan administrasi. Sedikitnya 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Sementara itu, ibu kota Kyiv kembali menjadi sasaran utama. Ledakan pertama terdengar sekitar pukul 01.30 waktu setempat sebelum alarm serangan udara berbunyi.
Ribuan warga Kyiv berlindung di dalam stasiun metro dan tempat perlindungan lainnya setelah peringatan serangan udara. Sebagian besar wilayah Ukraina berada di bawah peringatan serangan udara pada Senin malam.
Gelombang ledakan berikutnya terjadi sekitar pukul 02.15 dan 04.00 dini hari, disertai gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah kota.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan kebakaran terjadi di beberapa distrik akibat puing-puing rudal dan drone yang jatuh.
Sebuah bangunan apartemen sembilan lantai di Distrik Podilskyi mengalami kerusakan serius setelah sebagian struktur bangunan runtuh.
Baca juga: Rusia Ancam Serangan Besar tapi Tak Kunjung Terjadi, Ukraina Sebut Ini Permainan Psikologis
Petugas penyelamat menduga masih ada warga yang terjebak di bawah reruntuhan.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah gedung apartemen bertingkat, pusat bisnis, klinik kesehatan, stasiun pengisian bahan bakar, hingga lokasi pembangunan gedung di berbagai distrik Kyiv.
Sedikitnya 29 orang, termasuk dua anak-anak, mengalami luka-luka di ibu kota.
"Di distrik Obolon, mobil-mobil terbakar setelah terkena puing-puing rudal yang berjatuhan. Ada juga kebakaran di dua lokasi di area terbuka, termasuk satu di dekat taman kanak-kanak," kata Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko di Telegram.
Di tengah serangan tersebut, Angkatan Udara Polandia mengerahkan pesawat tempur Polandia dan negara-negara sekutu untuk meningkatkan pengamanan wilayah udara mereka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak konflik yang meluas, lapor Kyiv Independent.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ukrain4-234hw9rhwe9.jpg)