Setelah Dimakzulkan, Mantan Presiden Korsel Angkat Kaki dari Istana

Menurut seorang pejabat Blue House, Minggu malam, Park meninggalkan Istana Kepresidenan menuju rumahnya pribadi di selatan Seoul.

Setelah Dimakzulkan, Mantan Presiden Korsel Angkat Kaki dari Istana
GLOBAL RESEARCH
Park Geun-hye 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Setelah digulingkan dari jabatannya sebagai Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye pun harus meninggalkan Istana Kepresidenan di Seoul.

Kantor Berita AP, Minggu (12/3/2017) melaporkan Park telah angkat kaki dari Istana Kepresidenan, hari ini, dua hari setelah Mahkamah Konstitusi negara memakzulkannya karena skandal korupsi.

Menurut seorang pejabat Blue House, Minggu malam, Park meninggalkan Istana Kepresidenan menuju rumahnya pribadi di selatan Seoul.

Ratusan polisi, wartawan dan pendukung telah berkumpul di daerah tersebut.

Pekerja yang sebelumnya terlihat membawa sebuah televisi, mesin cuci, tempat tidur dan barang-barang rumah tangga lainnya ke dalam rumah.

Mahkamah Konstitusi secara resmi memakzulkan Park dari jabatan Presiden pada hari Jumat (10/3/2017), di tengah kecurigaan bahwa dia berkolusi.

Korea Selatan harus memilih Presiden baru dengan awal Mei mendatang.

Penjabat Ketua Mahkamah Lee Jung-mi membaca keputusan memecat Park di televisi nasional. Dia mengatakan tindakan Park yang melanggar konstitusi dan hukum adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

Mahkamah menyebut tuduhan bahwa Park berkolusi dengan teman lamanya Choi Soon-sil untuk memaksa sejumlah konglomerat Korea memberikan sumbangan lebih dari 69 juta dolar AS kepada dua yayasan sebagai "pelanggaran berat" konstitusi.

Park telah berulang kali membantah tuduhan terhadap dirinya.

Berdasarkan konstitusi, Penjabat Presiden dan Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn harus menjadwalkan pemilihan presiden baru yang akan diadakan dalam waktu 60 hari.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner mengatakan, "Kami akan terus bekerja sama dengan Perdana Menteri Hwang untuk sisa masa jabatannya sebagai penjabat presiden, dan kami berharap membina hubungan yang produktif dengan siapa pun orang Korea Selatan yang akan terpilih menjadi presiden berikutnya. "

Park adalah presiden Korea Selatan pertama yang terpilih secara demokratis dan kemudian dipecat dari jabatannya.

Sumber: AP/VOA Indonesia

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved