Breaking News:

Kasus Ahok

Warga Jepang Kaget Ahok Diputus Masuk Penjara Dua Tahun

Terus terang saya kaget karena Gubernur Jakarta yang baik dan bersih jauh dari korupsi malahan masuk penjara dua tahun lagi

Repro/KompasTV
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengacungkan dua jari saat tiba di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, pascadivonis selama 2 tahun pidana penjara oleh majelis hakim dalam kasus penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gaung keputusan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kemarin (9/5/2017) oleh pengadilan negeri Jakarta membuat beberapa warga Jepang kaget karena hasilnya adalah masuk penjara dua tahun.

"Terus terang saya kaget karena Gubernur Jakarta yang baik dan bersih jauh dari korupsi malahan masuk penjara dua tahun lagi, cukup panjang," papar Ryuji Kitagawa CEO Trend Japan Co.Ltd khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (10/5/2017).

Menurutnya, penjara dua tahun itu kalau di Jepang adalah hukuman pidana berat seperti pembunuhan dan setaraf dengan hal tersebut.

"Sedangkan dia kan orang baik ya, dicintai rakyatnya, hanya salah bicara saja kok bisa kena penjara dua tahun ya? Saya tak mengerti hukum Indonesia," lanjutnya.

Warga Jepang lain, Kumiko Yoshihara kepada Tribunnews.com juga menyatakan kebingungannya serupa.

"Hanya salah bicara, setiap orang kan bisa salah bicara tentunya, tak ada yang sempurna, bisa dianggap tindak pidana berat dengan penjara dua tahun, wah, keras juga ya Indonesia kalau sudah terkait soal agama," paparnya.

Tanggapan banyak orang Jepang sedikitnya 10 warga Jepang yang dikontak Tribunnews.com pagi ini (10/5/2017) pada hakekatnya semua menyatakan kaget dan bingung dengan hukum Indonesia terutama terkait salah bicara soal agama.

"Kalau begitu nanti kalau ke Indonesia sebaiknya saya tak usah bicara soal agama saja terutama agama Islam, takut nanti masuk penjara seperti Gubernur tersebut. Ini kan kasus nyata dan tercatat dalam sejarah di Indonesia dan pasti akan muncul kasus serupa di masa depan karena sudah ada keputusan pengadilan," papar Ayako Kunihara yang sehari-hari mengajar di sebuah sekolah di Tokyo namun snagat menyukai Indonesia terutama Bali.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved