Minggu, 19 April 2026

Kaget Sekali, Saat Lelaki Jepang Melamar Malah Katakan Ingin Hancurkan Wanitanya

Dameni, kalau bahasa Jepang biasa berarti akan hancurkan, akan merusak dan semacamnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Fuji TV
Seorang lelaki asal Yurihonjo perfektur Akita serius sekali bicara ingin melamar puteri sebuah keluarga Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tidak perlu orang asing yang membuat kaget Jepang, orang Jepang sendiri akan kaget dan bisa marah kalau tidak tahu logat rakyat dari perfektur lainnya dan kejadian ini bisa saja terjadi.

Mari kita berjalan ke utara Jepang terutama ke kota Yurihonjo perfektur Akita.

Orangtua Jepang yang bukan dari Akita bukan hanya kaget tetapi pasti akan marah besar saat mendengar pacarnya, lelaki orang Akita melamar puterinya yang cantik dan tersayang.

"Saya akan benar-benar Dameni putera Bapak/Ibu."

Dameni, kalau bahasa Jepang biasa berarti akan hancurkan, akan merusak dan semacamnya.

Tetapi bahasa daerah terutama dari kota Yurihonjo malahan berarti Menjaga Dengan Baik.Tapi bahasa daerah Yurihonjo mengucapkan Dameni.

Bayangkan saja, rakyat Tokyo misalnya kedatangan lelaki Akita yang melamar puterinya langsung mengucapkan (disangka) akan menghancurkan putrinya, pasti orangtua mana pun akan langsung mengusir ke luar lelaki tersebut.

Ke selatan ke kota Kochi perfektur Kochi, seorang lelaki agak tua naik taksi di Tokyo membuat sopir taksi pasti kaget.

"Maaf ya dekat saja pak, saya Gokudo sih." Gokudo adalah umumnya istilah mafia Jepang yang bisa diartikan juga sebagai anggota Yakuza.

Bayangkan sopir taksi yang penumpangnya menyebutkan (disangka) dia Yakuza, pasti akan deg-degan ketakutan (tidak dibayar) mungkin.

Tetapi arti Gokudo dalam logat Kochi ternyata Namakemono atau Malas. Jadi sebenarnya maksud penumpang, "Maaf ya jarak dekat, saya malas sih."

Di Jepang banyak orang ke bar minum alkohol lalu mabok baik laki maupun wanita. Kalau sudah mabok biasanya banyak yang ingin main seks, nafsu seksnya meningkat.

Wanita Tokamachi yang sedang mabuk mungkin akan mengatakan kepada lelaki "Saya kudoichatte ii desuka" Saya pingin sekali tidak apa-apa? Apabila lelaki Tokyo diomongkan wanita seperti itu langsung kaget sekali karena kata "pingin sekali" itu umumnya ingin melakukan seks.

Padahal logat bahasa daerah Tokamachi perfektur Niigata, Kudoichatte artinya lagi mabuk. Jadi sebenarnya wanita itu ingin mengatakan, "Saya lagi mabuk tidak apa-apa?"

Lalu kalau kita ke daerah Kitakata perfektur Fukushima akan ketemu Sasukene. Bahasa Jepang biasa seolah sasuka adalah seperti ninja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved