Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Presiden AS Jadi Bahan Ejekan! Iran Rilis Meme Minion, Olok-olok Trump yang Gagal Buka Selat Hormuz

Iran rilis meme Trump jadi Minion, sindir klaim buka Selat Hormuz. Ketegangan memanas, perang kini merambah dunia digital dan pengaruhi opini global.

Tayang: | Diperbarui:

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump dijadikan meme “minion” oleh Iran dalam video AI, sebagai sindiran atas klaim pembukaan Selat Hormuz yang dinilai belum sesuai kondisi lapangan.
  • Pengamat menilai konten tersebut bagian dari propaganda digital modern; humor dan satire membuat pesan politik lebih mudah diterima, namun berisiko mengaburkan realitas konflik.
  • Ketegangan di Selat Hormuz berdampak global: distribusi energi terganggu, harga minyak berpotensi naik, memicu inflasi, dan menekan ekonomi sejumlah negara.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kini tak hanya berlangsung di medan geopolitik, tetapi juga merambah ke ruang digital.

Kedutaan Besar Iran di Rusia secara mengejutkan merilis video satir berbasis AI yang menggambarkan Presiden AS, Donald Trump, sebagai karakter “minion” dari Despicable Me.

Konten tersebut dengan cepat menyita perhatian publik karena dinilai sebagai bentuk propaganda digital di tengah konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Dalam video tersebut, karakter yang menyerupai Trump digambarkan berdiri di atas papan kayu di dekat bendera Amerika Serikat sambil menyatakan akan membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, upaya tersebut digambarkan gagal, dengan visual selat yang tetap “tertutup” dan dilapisi simbol pita peringatan.

Adegan lain memperlihatkan karakter yang mewakili sejumlah negara sekutu Barat tampak mendukung, sementara sosok yang merepresentasikan Iran digambarkan mengendalikan situasi dengan menekan tombol simbolis.

Video ini juga menyertakan narasi yang mengutip pernyataan Trump terkait kekuatan militer Iran, termasuk klaim bahwa armada laut Iran telah melemah.

Namun dalam versi satir tersebut, klaim tersebut dipatahkan secara visual dengan menampilkan dominasi Iran atas jalur pelayaran strategis tersebut.

Video AI Iran Jadi Senjata di Konflik Global

Pengamat menilai video satir berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai karakter fiksi merupakan bagian dari strategi komunikasi Iran dalam menghadapi perang informasi modern.

Konten tersebut dinilai tidak sekadar hiburan, melainkan upaya membentuk persepsi publik global di tengah konflik geopolitik yang berlangsung.

Baca juga: Tak Gentar Lawan AS-Israel, Mojtaba Khamenei Klaim Militer Iran Siap Beri Kekalahan Pahit pada Musuh

Pakar propaganda, Ian Garner, menyebut fenomena ini sebagai bentuk baru propaganda digital yang memanfaatkan teknologi murah namun memiliki jangkauan luas.

Menurutnya, penggunaan format humor dan satire membuat pesan politik lebih mudah diterima oleh masyarakat, terutama di era media sosial yang serba cepat.

Namun demikian, Garner mengingatkan adanya risiko dari pendekatan tersebut. Ia menilai penyajian konflik dalam bentuk konten yang ringan dapat mengaburkan realitas perang yang sebenarnya.

“Konten seperti ini bisa membuat perang terlihat seperti lelucon gelap, padahal dampaknya nyata, termasuk korban jiwa dan tekanan ekonomi,” ujar Garner, mengutip dari Money Control.

Di sisi lain, Trump juga memicu kontroversi setelah membagikan konten berbasis AI yang menampilkan dirinya dalam visual religius.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved