Penipuan di Jepang Oleh Warga Indonesia Sendiri Tidak Sedikit

Dia ditipu baik laki Indonesia maupun wanita Indonesia, bahkan korbannya juga juga ada orang Jepang sampai ratusan ribu yen.

Penipuan di Jepang Oleh Warga Indonesia Sendiri Tidak Sedikit
Richard Susilo
Ilustrasi penipuan dengan berbagai gaya dilakukan di Jepang 

Paling kesal dan maksimal kasih tahu nama penipu ke orang lain, sehingga si Cantik sebenarnya membuka sendiri siapa si penipu karena bicara dengan teman-temannya, meskipun di forum tersebut tak dituliskan namanya, akhirnya melebar luas nama si penipu.

Tidak adanya perbedaan antara perorangan teman dengan urusan bisnis, jadi faktor utama korban penipuan orang Indonesia di Jepang.

Berpikir, "Masak sih sudah di Jepang kelakuannya seperti di Indonesia?" Kenyataan ya sama tak beda, tetap saja muncul kejahatan oleh orang Indonesia di Jepang dengan korban orang Indonesia sendiri umumnya.

Solusi

Lalu bagaimana sebenarnya mengantisipasi masalah penipuan ini di Jepang?

Yang pasti usahakan tidak meluas sehingga pertemuan apa pun di Jepang apalagi terkait bisnis pengusaha dan ekonomi, terseleksi dengan baik jangan sampai datang si penipu.

Bagaimana dapat daftar nama penipu? Sebaiknya membuat kelompok "Korban Penipuan Indonesia di Jepang" sheingga terkumpul misalnya 10 warga Indonesia tergabung kelompok tersbeut, meskipun kurang bukti tetapi kalau dilakukan secara kelompok, diadukan bersama ke polisi, pasti polisi akan percaya karena pengaduan datang dari 10 orang dari satu kelompok, bukan dari satu orang.

Satu kelompok di Jepang snagat kuat ketimbang pengaduan hanya satu orang. Inilah mungkin yang mungkin bisa dipikirkan para korban penipuan di Jepang saat ini.

Bersatu bersama, membentuk kelompok Korban Penipuan Indonesia di Jepang sehingga memiliki List atau Daftar Penipu sehingga bisa diberikan setidaknya ke pihak Kedutaan Indonesia (KBRI) dan Konsuol Jenderal (KJRI) sehingga pihak pemerintah Indonesia di Jepang pun bisa memblokir semua undangan apa pun, tidak mengundang para penipu tersebut dalam setiap kegiatan.

Kalau perlu siapa pun yang mau bertransaksi dagang, juga bisa menanyakan ke kelompok tersbeut apakah aman bertransaksi ke si A atau si B, karena kelompok memiliki daftar nama orang berbagai penipu di Jepang.

Halaman
1234
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved