Breaking News:

Pesawat Terbang Jatuh di Jepang, Dua Meninggal

Korban adalah Ryoichi Tanaka (68) dan isterinya Sachiko (55) beralamat di Chuo-ku, Osaka diketahui dari lisensi pesawat yang terdeteksi

NHK
Lokasi kecelakaan dan rongsokan pesawat terbang yang hancur jatuh di pegunungan desa Yamazoe perfektur Nara jam 12:13 siang ini (14/8/2017) waktu Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah pesawat berbadan kecil seri TBM 700 buatan Perancis dengan kursi untuk enam orang , jatuh di pegunungan desa Yamazoe Perfektur Nara jam 12:13 siang ini mengakibatkan dua orang meninggal.

"Satu pasangan suami isteri yang mengendarai pesawat itu jatuh di pegunungan Yamazoe siang ini dan polisi masih terus mengusut penyebab kejatuhan pesawat tersebut," papar sumber Tribunnews.com siang ini (14/8/2017).

Korban adalah Ryoichi Tanaka (68) dan isterinya Sachiko (55) beralamat di Chuo-ku, Osaka diketahui dari lisensi pesawat yang terdeteksi pihak kepolisian.

Pesawat kecil ini berangkat terbang dari bandara Yao di Osaka pada jam 11:57 menuju bandara Fukushima Airport. Jam 12:13 siang ini lepas kontak dengan kontrol tower.

Ucapan terakhir dari pilot hanya "Kembali ke bandara Yao." Lalu tiga menit kemudian tanda pesawat yang semula ada di radar kontrol, langsung menghilang.

Kementerian Transportasi Jepang segera mengerahkan timnya juga mengecek segala hal dan menerjunkan ahliny apula ke lokasi kejadian untuk pengusutan lebih lanjut.

Menurut "Aerolabo International" di Yao, Osaka pesawat dengan mesin TBM 700 buatan Sokata Company Perancis itu diimpor sejak Juni lalu dari Amerika Serikat.

Pihak perusahaan telah mengecek tak ada masalah apa pun dan pemiliknya juga telah terbang 10 kali dengan pesawat tersebut juga tak ditemukan keanehan apa pun.

Demikian pula 13 Agustus lalu mereka berangkat dari banrara Yao ke bandara Kochi tak ada masalah dan tak ada keanehan apa pun.

Demikian pula 14 Agustus ini setelah pengisian bahan bakar dan pemeriksaan semua bagian tak ada keanehan pada pesawat terbang, ungkap perusahaan tersebut.

Shogo Matsumoto dari Aerolabo International mengungkapkan, "Pemilik dan pilot sehat semua dan punya pengalaman terbang selama 40 tahun dengan lisensi profesional terbangnya yang baik termasuk memiliki lisensi terbang dari Amerika Serikat."

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved