Iran Vs Amerika Memanas
Putin Sebut Perang Iran Alihkan Perhatian AS dari Ukraina, Tegaskan Rusia Siap Bantu Teheran
Putin menyatakan harapan bahwa upaya diplomatik pada akhirnya akan mengarah pada penyelesaian di Timur Tengah.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan konflik di sekitar Iran telah menjadi krisis global yang mengalihkan perhatian Amerika Serikat (AS) dari Ukraina.
Dalam pertemuan dengan perwakilan kantor berita global di St. Petersburg, Putin menyatakan harapan bahwa upaya diplomatik pada akhirnya akan mengarah pada penyelesaian di Timur Tengah.
"Krisis di Ukraina bersifat lokal, sedangkan di sekitar Iran bersifat global," kata Putin, Kamis (4/6/2026), dilansir Anadolu Agency.
Ia menambahkan bahwa AS "terpaksa menangani terutama masalah ini."
Putin memuji persatuan dan ketahanan rakyat Iran selama konflik, dan mengatakan bahwa kepentingan mereka harus diperhitungkan dalam setiap penyelesaian di masa depan.
Pemimpin Rusia tersebut menyatakan harapan bahwa upaya Presiden AS Donald Trump dan kebijakan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei akan membantu membuka jalan bagi kompromi.
"Kami berharap pencarian ini akan berakhir dengan hasil yang positif, bahwa konflik akan dihentikan dan diselesaikan," kata Putin.
"Jika ada sesuatu yang bergantung pada Rusia, kami selalu siap untuk membantu," lanjutnya.
Pemimpin Rusia menegaskan kembali dukungan Moskow untuk solusi diplomatik atas kekhawatiran seputar program nuklir Iran, dengan menyarankan bahwa uranium Iran yang diperkaya dapat diencerkan dan digunakan untuk tujuan nuklir damai di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
"Uranium ini di masa depan dapat diencerkan dan digunakan untuk program atom damai di Iran di bawah kendali komunitas internasional dan IAEA," katanya.
Baca juga: Dukung Sekutu, Iran Siap Luncurkan Rudal usai Israel Ancam Serang Beirut, Beri Peringatan ke Zionis
Putin menggambarkan Iran sebagai negara sahabat yang dengannya Rusia menjalin hubungan dekat dan saling percaya, sambil menolak anggapan bahwa Moskow mendapat keuntungan dari konflik tersebut melalui kenaikan harga energi.
"Ya, harga memang naik, dan perusahaan-perusahaan kami mendapat keuntungan sampai batas tertentu, tetapi ini bersifat sementara dan jangka pendek," kata Putin.
"Kepentingan kami adalah agar konflik dihentikan secepat mungkin," jelasnya.
Putin mengatakan Rusia tetap menjalin kontak dengan semua pihak yang terlibat dan siap membantu upaya yang bertujuan untuk mencapai penyelesaian yang langgeng.
Ia juga mencatat bahwa Moskow sebelumnya telah mendesak Teheran untuk menahan diri dari tindakan militer terhadap negara-negara Arab, khususnya selama bulan suci Ramadhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-menjawabsdsdd.jpg)